Banyumas Raya

JAKARTA, – Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin mengungguli pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Jokowi-Ma’ruf mendapat suara 53.991.904 atau 55,98 persen, sedangkan Prabowo-Sandi 42.541.098 atau 44,02 persen. Selisih perolehan suara di antara keduanya mencapai 11,450,806 atau 11,96 persen.
Data ini mengacu pada angka sementara Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) punya Komisi Pemilihan Umum ( KPU).
Menurut data yg ditampilkan dalam pemilu2019. kpu.go.id itu, hingga Jumat (3/5/2019) pukul 07.15 WIB, suara yg masuk berasal dari 512.337 TPS dari total 813.350 TPS atau 62,99 persen.
Baca juga: Laporkan Banyak Kesalahan Input Situng KPU, BPN Enggan Sebut Jumlah
Sementara ini, Jokowi-Ma’ruf unggul di sejumlah provinsi, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sulawesi Utara, hingga Papua.
Sedangkan Prabowo-Sandi sementara ini unggul di Sumatera Barat, Jambi, Aceh, Jawa Barat, Banten, hingga Nusa Tenggara Barat (NTB).
Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengatakan, Situng cuma alat bantu yg dipilih oleh KPU bagi memberikan keterangan yg cepat terkait penghitungan suara kepada masyarakat.
Jika ditemukan kesalahan entry data, hal itu bukan berarti curang, melainkan human error.
Baca juga: Bawaslu Segera Proses Laporan BPN Prabowo-Sandiaga soal Situng KPU
KPU justru meminta publik bagi ikut aktif mengawasi Situng, supaya entry data dipastikan benar.
“Kita membuka ruang partisipasi publik buat mencermati apabila ada keterangan di laman KPU yg tak benar sesuai dengan C1, dipersilakan melaporkan kepada KPU dan mulai kami perbaiki,” kata Wahyu di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (2/5/2019).
“Kami tegaskan bahwa salah input itu bukan berarti ada kecurangan yg dikerjakan KPU dan jajarannya,” sambungnya.
Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

