Banyumas Raya

Kasus susu kental manis yg tak mengandung susu menjadi perbincangan masyarakat. Badan Pengawas Obat dan Makanan pun bertindak dengan mengeluarkan surat edaran tentang pelabelan dan iklan produk.
- 10 Kegiatan di pagi hari yg menolong Anda menjadi orang sukses
- Disebut Prabowo maju Pilpres, Sandiaga bilang ‘cuma nyenengin aku aja’
- Sabtu siang, Lebak Banten 4 kali diguncang gempa
Susu kental manis tak cuma berpotensi menaikkan risiko diabetes karena kandungan gulanya yg banyak. Produk semacam itu seandainya dikonsumsi dengan cara yg salah juga mengganggu asupan nutrisi yang lain terutama buat anak-anak. Karenanya temuan BPOM ini seketika viral susu kental manis.

SKM 2018 liputan6.com
“Kalau ini bagi dipakai harian dan dianggap sebagai pengganti nutrisi, ini menjadi kurang pas. Karena dominasi gulanya. Padahal bagi anak kecil, kalau telah dikasih satu yg mengenyangkan contohnya dari SKM (susu kental manis), otomatis dia mulai berisiko buat kenyang dan itu membuat asupan gizi berikutnya jadi terganggu,” kata dokter Spesialis Gizi Klinis, Marya Haryono saat ditemui Health Liputan6.com.
“Tapi kalau rutin diminum terus, otomatis asupan gizinya didominasi oleh gula. Kalau bagi orang dewasa kalau mungkin ini buat asupan tambahan, risikonya termasuk obesitas,” tambah Marya.
Selain itu, Marya juga menyampaikan selain obesitas, gangguan yang lain yg dapat ditimbulkan dari penyalahgunaan susu kental manis adalah pada gula darah.
Saksikan juga video menarik berikut ini:
Lebih Bijak Menggunakannya

SKM 2018 liputan6.com
Walaupun memberi edaran, BPOM tak melarang penggunaan SKM sebagai pelengkap makanan. Contohnya buat pemanis buat kopi, kue, maupun es buah.
“SKM bukan tak boleh. Boleh, namun mohon diperhatikan bagi apa penggunaan SKM. Ada hal yg perlu disampaikan agar kami seluruh mendapatkan hal yg baik,” kata Direktur Standarisasi Pangan Olahan BPOM Dra. Mauizzati Purba, Apt, M.Kes dalam sosialisasi yg diadakan oleh BPOM dua waktu lalu.
“Setelah ini, harapannya kalian menjadi lebih bijak dalam menyikapi dan menyajikan pangan yg baik buat keluarga dan diri sendiri,” pungkas Mauizzati pada kesempatan tersebut.
Temuan ini jelas meresahkan. Oleh sebab itu akan sekarang lebih bijaksana saja dalam memakai SKM. Jangan terlalu banyak karena konsumsi gula berlebih juga sangat tak dianjurkan.
Sumber: Liputan6.com [mg2]
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

