Data terbaru dari kepolisian Inggris mengungkap lonjakan signifikan kasus kekerasan yang dilakukan remaja terhadap orang tua, sebuah fenomena yang belum pernah tercatat setinggi ini dalam sepuluh tahun terakhir. Para pengamat menilai tren tersebut mencerminkan tekanan ekonomi yang kian berat, melemahnya sistem dukungan sosial, serta dampak berkepanjangan dari krisis biaya hidup di Inggris.
Berdasarkan catatan Kepolisian Metropolitan London, kekerasan anak terhadap orang tua kini menjadi persoalan sosial yang semakin menonjol dan memerlukan perhatian serius. Kasus-kasus semacam ini menunjukkan pola peningkatan yang konsisten dari tahun ke tahun.
Statistik kepolisian mencatat jumlah laporan naik dari sekitar 1.886 kasus pada 2015 menjadi lebih dari 3.000 kasus hanya dalam sepuluh bulan pertama 2025. Namun, para analis menilai angka tersebut kemungkinan besar belum mencerminkan kondisi sebenarnya, mengingat banyak insiden yang tidak pernah dilaporkan.
Kasus-kasus ini melibatkan remaja berusia 10 hingga 17 tahun yang melakukan kekerasan terhadap ayah, ibu, atau orang tua tiri mereka. Bentuk kekerasan dalam rumah tangga ini kerap tersembunyi karena keluarga memilih diam demi menghindari stigma dan tekanan sosial.
Para pakar menilai kenaikan angka laporan dipicu oleh dua faktor utama, yakni meningkatnya kejadian kekerasan itu sendiri serta bertambahnya kesadaran dan keberanian orang tua untuk melaporkan perilaku agresif anak mereka kepada pihak berwenang.
Analisis tren jangka panjang menunjukkan bahwa peningkatan kasus mulai terlihat sejak paruh kedua dekade terakhir dan melonjak tajam selama masa pandemi COVID-19. Penutupan sekolah, pembatasan interaksi sosial, serta terganggunya layanan pendukung memperbesar tekanan psikologis di kalangan remaja dan orang tua, sehingga konflik lebih sering meledak di lingkungan rumah.
Aktivis sosial menilai krisis biaya hidup memainkan peran penting dalam memburuknya situasi ini. Lonjakan harga kebutuhan pokok, ketidakpastian pekerjaan, dan menurunnya daya beli keluarga memperlebar jarak antara kebutuhan remaja dan kemampuan orang tua untuk memenuhinya.
Di sisi lain, kebijakan penghematan anggaran dan terbatasnya layanan kesehatan mental serta dukungan sosial dinilai telah menghambat upaya pencegahan dan penanganan sejak dini.
Secara keseluruhan, data kepolisian dan kajian lembaga sosial menunjukkan bahwa meningkatnya kekerasan remaja terhadap orang tua di Inggris bukan sekadar persoalan domestik, melainkan cerminan tekanan ekonomi dan sosial yang bersifat struktural. Jika kondisi ini dibiarkan, para ahli memperingatkan risiko kerusakan yang lebih besar terhadap stabilitas dan keamanan keluarga di masa depan.


