Banyumas Raya

Xiaomi disebut menargetkan valuasi sebesar US$100 miliar atau sekitar Rp 1.376,7 trilun. Namun debut Xiaomi di bursa saham diprediksi cuma dapat meraup angka US$65 miliar hingga US$70 miliar atau sekitar Rp895 triliun hingga Rp964 trilun.
Dengan nilai tersebut, valuasi Xiaomi mampu menjadi nomor beberapa terbesar dalam sejarah IPO perusahaan teknologi China setelah Alibaba Group. Pada 2014 silam, Alibaba Group mencatatkan angka valuasi tertinggi hingga US$231 miliar.
Pada Januari 2018, Xiaomi menyelenggarakan meeting awal IPO di China. Kabarnya, Xiaomi mulai memilih Hong Kong buat IPO, dan mulai mempertimbangkan China Depository Security (CDR) bagi menerbitkan sahamnya di China.
Sebuah sumber dalam menyebut seandainya Xiaomi sudah memilih sekuritas China Citic Securities bagi menangani CDR mereka. Xiaomi pun sudah menunjuk Morgan Stanley, Goldman Sachs, Credit Suisse group AG, dan Deutsche Bank AG bagi IPO.
Sebelumnya, anak perusahaan Xiaomi, Huami yg memproduksi perangkat wearable dengan merek Amazfit, sudah melepas sahamnya ke publik awal tahun ini di New York Stock Exchange dan naik hingga US$110 juta atau sekitar Rp1,5 triliun.
Xiaomi dan CEO-nya, Lei Jun, memiliki saham di Huami dengan masing-masing besaran 19,3 persen dan 20,4 persen.
Sumber: http://teknologi.inilah.com
BanyumasRaya.com

