Banyumas Raya

Jakarta – Google bakal menggelar acara khusus pada 15 Oktober mendatang. Di acara ini, kabarnya Google mulai mengumumkan pengembangan ponsel 5G, memperkenalkan beberapa smartphone Pixel terbaru, launching laptop baru, dan mungkin merilis sebuah produk jam tangan pintar atau smartwatch.
Mengutip Nikkei Asian Review, kehadiran perangkat-perangkat anyar ini menjadi inti dari strategi Google demi memikat konsumen dengan hardware merek sendiri dan dengan demikian memadukannya semakin dekat dengan mesin pencari yg dikenal lebih baik dan software yang digerakkan oleh kecerdasan buatan (AI).
“Dua smartphone Pixel 4 telah memasuki produksi massal dan mulai bersiap dikirim setelah produk baru Google diluncurkan minggu ini,” kata salah sesuatu dari dua sumber yg dekat dengan situasi tersebut.
“Google juga sedang mengerjakan versi dengan teknologi 5G, yg sedang dalam uji produksi,” imbuhnya.
Jika Google benar sedang membuat smartphone 5G, berarti menjadi perusahaan AS pertama yg masuk ke pasar ponsel 5G sekaligus menghadirkan tantangan segera untuk Apple dan produsen ponsel terkemuka lainnya seperti Samsung dan Huawei.
Google tak merahasiakan tujuannya bagi masuk ke pasar perangkat keras meski percepatan yg jelas dari rencana investasinya, dikombinasikan dengan kantong dalam perusahaan, mulai meningkatkan tekanan pada pesaing.
Alphabet, perusahaan induk Google, memiliki sekitar US$117 miliar dalam bentuk tunai, sementara Apple US$102 miliar dolar.
“Menyatukan software dan hardware memang memiliki banyak nilai sinergis, dan cara penting bagi melakukannya hari ini buat produk pencarian dan software inti kalian adalah dengan memakai hardware,” kata CEO Google Sundar Pichai kepada analis di konferensi Februari lalu.
Sebagai pendatang baru di pasar smartphone global, seri Google Pixel masih memiliki pangsa pasar kurang dari 0,5 persen, namun itu tumbuh secara eksponensial. Tahun ini, perusahaan menargetkan mengirimkan sebanyak 10 juta smartphone atau lebih dari beberapa kali lipat capaian tahun lalu.
Model 5G Google ketika ini sedang diuji mencoba diproduksi di China. Tetapi buat menghindari tarif AS dari sengketa perdagangan China, dan buat mencari tenaga kerja yg lebih murah, segala produksi Google yg ditujukan buat AS pada akhirnya mulai dikerjakan di luar China.
Opsi utamanya adalah fasilitas Vietnam yg kabarnya mulai bersiap pada akhir tahun. [ikh]
Sumber: http://teknologi.inilah.com
BanyumasRaya.com

