Ekonomi

Kedaulatan Desa Untuk Kedaulatan Bangsa

Share
Share

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2019 ternyata ada 83.820 desa di Indonesia dan menariknya sejak ditetapkannya program dana desa oleh pemerintah, seakan desa ini mendapat air di tengah oase.

Desa yang sebelumnya hanya mengandalkan bantuan dari pemerintahan daerah, provinsi dan pusat untuk mendevelope desanya, sekarang pemerintahan desa memiliki keleluasaan untuk menggunakan anggaran dana desa di desanya masing-masing.

Tercatat dari data kementerian Desa sejak tahun 2015 ada Rp 20,76 triliun dana desa yang digulirkan atau sekitar Rp 280,3 juta per desa. Kemudian di tahun 2016 ada Rp 46,98 triliun dana desa yang digulirkan atau sekitar Rp 643,6 juta per desa.
Pada tahun 2017 ada Rp 60 trilliun dana desa yang digulirkan atau sekitar Rp 800,4 juta per desa dan di tahun 2018 ada Rp 120 triliun dana desa yang digulirkan atau sekitar Rp 1,4 miliar per desa. Serta di tahun 2019 yang digulirkan kurang lebih Rp 1,5 miliar per desa.

Tentu ini angin segar bagi pemerintahan desa dan sekaligus juga menjadi tantangan baginya. Angin segar karena desa diberikan keleluasaan untuk mengatur dananya sendiri dengan nilai yang cukup fantastis. Dan tantangannya karena pemerintahan desa tentu dituntut untuk menciptakan dan menghadirkan kemakmuran bagi desa dan masyarakatnya.

Sejak digulirkannya program dana desa, tidak sedikit desa yang belum siap untuk mengelolanya. Hal ini dibuktikan ada beberapa kepala desa atau perangkatnya yang terjerat kasus hukum. Akan tetapi tidak sedikit juga desa yang telah berhasil membuktikan dengan adanya dana desa ini kemakmuran dan kesejahteran bisa diwujudkan di desanya.

Menurut data yang dirilis oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia, berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM), status dan sebaran desa di Indonesia dibagi menjadi lima bagian antara lain; Desa mandiri jumlahnya baru 0,23 persen, desa maju 4,83 persen, desa berkembang 30,66 persen, desa tertinggal 45,41 persen dan desa sangat tertinggal 18,87 persen.

Jika melihat data tersebut, presentase “Red Zone” pembangunan desa masih mendominasi, desa tertinggal dan desa sangat tertinggal jumlahnya masih di angka 64,28 persen. Padahal sesuai dengan amanat undang-undang menjadi harapan bersama bahwa desa mandirilah yang harus mendominasi jumlahnya.

Kuncinya adalah di innovation, yakni menciptakan kedaulatan desa dengan mengelola dana desa melalui inovasi-inovasi baru sesuai dengan perkembangan zaman. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar pemerintahan desa bisa mewujudkan kemakmurannya di desa dalam mengelola dana desa.

Pertama, mengubah mindset birokrasi dan SDM birokrat di desa selincah perusahaan-perusahaan start-up di era sekarang. Saya tidak membayangkan jika kepala desa, perangkat desa dan semua SDM yang berada di birokrasi desa memiliki mindset seperti perusahaan start-up dalam mengelola anggaran desa. Tentu akan dikelola secara profesional, inovatif program-programnya, genuine, berdampak langsung, tidak kenal lelah, progresif, persisten dan tentunya berdampak dengan cepat.

Kedua, desa harus pandai dalam membangun networking dan sekaligus membangun persepsi positif bagi desanya. Desa harus pandai membangun jejaring yang bukan hanya dalam konteks pemerintahan, akan tetapi dalam segala hal, baik ekonomi, sosial, budaya, politik, pertanian, pariwisata, pendidikan dan lain sebagainya.

Misalkan saja setiap desa bisa membangun sekolah gratis dari mulai PAUD sampai pendidikan atas yang memiliki kualifikasi internasional? atau setiap desa memiliki fasilitas pengolahan dan pemasaran hasil pertanian yang terstandart ekspor? sehingga hasil pertanian bisa dikelola dan didistribusikan sendiri ke customer oleh desa dengan standar mutu dan kualitas yang tinggi. Harga hasil pertaniannya pasti akan terstandar dan tidak merugikan petani. Tentu ini adalah kedaulatan dan kemakmuran.

Ketiga, desa harus pandai dalam melakukan mobilisasi dan orkestrasi. Di era digital sekarang ini atau biasa orang menyebut dengan era 4.0 menuju 5.0, semua orang harus adaptif dengan dunia digital. Tidak luput juga pemerintahan desa yang memiliki amanah untuk mengelola dana desa sebaik-baiknya.

Desa harus pandai dan terampil dalam memobilisasi orang untuk tahu tentang keunggulan desanya dan dia juga wajib bisa mengorkestrasi semua aktivitas kegiatan desanya yang berdampak pada penambahan pendapatan masyarakat, pengentasan kemiskinan, dan makmurnya semua orang di desa itu.

Suatu contoh sebuah desa penghasil kopi terbaik akan menjadi tidak istimewa jika tidak diorkestrasi hasil kopinya. Namun akan berbeda jika hasil perkebunan kopi dan pengolahan kopinya jika diorkestrasi dengan baik, misalkan dikemas dengan baik, dibuatkan video profilenya, dibuatkan leafletnya, dibuatkan websitenya dan diiklankan di semua platform digital, pasti berbeda hasilnya. Itulah yang dimaksud dengan mobilisasi dan orkestrasi.

Desa mandiri adalah desa yang berdaulat. Berdaulat Sumber Daya Manusianya (SDM), berdaulat ketahanan sosialnya, berdaulat ekologinya dan berdaulat ekonominya. Oleh karenanya dibutuhkan penangan yang serius terhadap kedaulatan desa ini, karena miniatur kemajuan sebuah bangsa terletak pada seberapa majunya desa-desanya.

Tiga elemen mendasar dalam membangun kedaulatan desa di atas adalah modal dasar mindset yang harus dimiliki oleh setiap desa di Indonesia agar indeks desa membangunnya didominasi oleh kategori desa mandiri. Kedaulatan desa adalah cerminan dari kedaulatan bangsa dan negara, sebagaimana ungkapan Mohammad Hatta bahwa “Indonesia tidak akan bercahaya karena obor besar di Jakarta, tapi ia akan bercahaya karena lilin-lilin di Desa.”(*)

Share
-Sponsored-
ads image

Hot Topic

EkonomiNasional

Jateng Siap Bangun Mega Farm Sapi Perah Terbesar, 710 Hektare dan 30.000 Ekor

Semarang — Jawa Tengah bersiap menghadirkan lompatan besar di sektor ketahanan pangan nasional melalui pembangunan mega farm sapi perah terbesar di Indonesia. Proyek...

EkonomiNasional

Purbaya Tegaskan RI Tak Butuh Bantuan IMF, APBN Diklaim Masih Kuat

Jakarta — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Indonesia tidak membutuhkan bantuan dana dari International Monetary Fund (IMF) di tengah ketidakpastian ekonomi global....

EkonomiJawa Tengah

5.503 Gedung Koperasi Merah Putih di Jateng Terbangun, Siap Dorong Ekonomi Warga

Semarang — Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jawa Tengah terus menunjukkan progres signifikan. Hingga April 2026, tercatat 5.503 gedung koperasi telah...

EkonomiNasional

Kontrak Rp10,8 Triliun Digelontorkan, 20.600 Truk Disiapkan untuk Koperasi Merah Putih

Jakarta — Proyek logistik berskala besar mulai digerakkan untuk mendukung program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Nilainya mencapai Rp10,83 triliun, dengan pengadaan 20.600 unit...

GadgetTeknologi

WhatsApp Segera Rilis Fitur Username, Chat Tanpa Perlu Nomor HP? Ini Dampaknya!

Jakarta — Aplikasi pesan instan WhatsApp dikabarkan akan segera menghadirkan fitur baru berupa username, yang memungkinkan pengguna berkirim pesan dan melakukan panggilan tanpa...

EkonomiNasional

27 Ribu Koperasi Desa Merah Putih Siap Beroperasi April 2026

Jakarta — Pemerintah memastikan sebanyak 27 ribu Koperasi Desa dan Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih siap beroperasi pada April 2026. Program ini menjadi langkah...

BanjarnegaraBisnisEkonomi

Banjarnegara Extravaganza 455: Hiburan Rakyat Picu Ledakan Ekonomi Lokal

Banjarnegara — Ribuan warga memadati Alun-alun Banjarnegara pada puncak perayaan Hari Jadi ke-455 Kabupaten Banjarnegara, Sabtu malam (4/4/2026). Gelaran bertajuk Banjarnegara Extravaganza ini...

Ekonomi

Pemerintah Terapkan WFH satu hari demi hemat BBM, Dinilai Efisiensi Tak Signifikan

Jakarta — Kebijakan pemerintah yang mewacanakan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan untuk aparatur sipil negara (ASN), pekerja swasta, hingga pelajar...

EkonomiNasional

‘Senjata’ Prabowo Bidik Ekonomi 8%: MBG, Kopdes Merah Putih hingga 3 Juta Rumah

Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 8% hingga 2029, naik signifikan dari capaian saat ini yang masih berada di...

EkonomiInternasional

Public Investment Fund (PIF): Mesin Investasi Raksasa Arab Saudi yang Mengubah Peta Ekonomi Global

Riyadh — Dalam beberapa tahun terakhir, nama Public Investment Fund (PIF) semakin sering muncul dalam berbagai berita ekonomi global. Dana investasi milik pemerintah...

-Sponsored-
ads image
BisnisEnergiNasional

Viral Curhatan Pelaut RI: Kapal Pertamina di Selat Hormuz Disebut Tanpa Kru WNI Semua Pekerja Dari India

Curhatan seorang pelaut Indonesia viral di media sosial setelah mengaku bertemu kapal tanker milik Pertamina di kawasan Selat Hormuz. Dalam unggahan tersebut, ia...

GadgetTeknologi

WhatsApp Segera Rilis Fitur Username, Chat Tanpa Perlu Nomor HP? Ini Dampaknya!

Jakarta — Aplikasi pesan instan WhatsApp dikabarkan akan segera menghadirkan fitur baru berupa username, yang memungkinkan pengguna berkirim pesan dan melakukan panggilan tanpa...

BisnisCilacap

Paragraf Coffee Service, Bisnis Kopi Tanpa Grand Opening, Kenapa Justru Lebih Laris di Cilacap?

Cilacap - Tren baru terlihat di industri kopi lokal. Romi selaku pakar branding usaha di Cilacap kini memilih membuka usaha dengan konsep tanpa...

BanjarnegaraBisnis

Harga Cabai Tembus Rp100 Ribu, Petani Banjarnegara Raup Untung dari Panen Melimpah

Banjarnegara — Harga cabai yang melonjak hingga Rp85 ribu–Rp100 ribu per kilogram membawa berkah bagi para petani di Desa Kecitran, Kecamatan Purwareja Klampok,...

BanjarnegaraBisnisEkonomi

Banjarnegara Extravaganza 455: Hiburan Rakyat Picu Ledakan Ekonomi Lokal

Banjarnegara — Ribuan warga memadati Alun-alun Banjarnegara pada puncak perayaan Hari Jadi ke-455 Kabupaten Banjarnegara, Sabtu malam (4/4/2026). Gelaran bertajuk Banjarnegara Extravaganza ini...

BisnisCilacap

Wisata Petik Melon Premium Organik di Mernek, Maos, Cilacap, Gratis Masuk Saat Lebaran

Cilacap — Alternatif wisata keluarga saat momen Lebaran hadir di Kabupaten Cilacap. Sebuah program wisata petik melon premium organik langsung dari greenhouse digelar...

Bisnis

Alfamart Gandeng Layar Digi Hadirkan Bioskop Mini, Tiket Mulai Rp15 Ribu

Tangerang - Inovasi baru di sektor ritel dan hiburan hadir dari PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk atau Alfamart. Perusahaan ini menggandeng Layar Digi...

BencanaNasional

Aceh Perpanjang Status Tanggap Darurat hingga 22 Januari 2026, Gubernur Mualem: Masih Ada Wilayah Terisolasi

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh kembali memperpanjang status tanggap darurat bencana hidrometeorologi untuk ketiga kalinya. Perpanjangan ini berlaku selama 14 hari, terhitung mulai...

Related Articles
EkonomiNasional

Jateng Siap Bangun Mega Farm Sapi Perah Terbesar, 710 Hektare dan 30.000 Ekor

Semarang — Jawa Tengah bersiap menghadirkan lompatan besar di sektor ketahanan pangan...

EkonomiNasional

Purbaya Tegaskan RI Tak Butuh Bantuan IMF, APBN Diklaim Masih Kuat

Jakarta — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Indonesia tidak membutuhkan bantuan...

EkonomiJawa Tengah

5.503 Gedung Koperasi Merah Putih di Jateng Terbangun, Siap Dorong Ekonomi Warga

Semarang — Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jawa Tengah terus...

EkonomiNasional

Kontrak Rp10,8 Triliun Digelontorkan, 20.600 Truk Disiapkan untuk Koperasi Merah Putih

Jakarta — Proyek logistik berskala besar mulai digerakkan untuk mendukung program Koperasi...