Mengawali tahun anggaran 2026, Bupati Banjarnegara menggelar rapat koordinasi percepatan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bersama seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Rapat yang berlangsung di pringgitan rumah dinas Bupati tersebut menjadi momentum dimulainya langkah kerja cepat menghadapi tantangan fiskal yang semakin berat.
Dalam arahannya, Bupati menyampaikan bahwa kondisi keuangan daerah pada 2026 diproyeksikan menghadapi tekanan signifikan. Berdasarkan kebijakan fiskal pemerintah pusat, Dana Transfer ke Daerah secara nasional mengalami penurunan cukup tajam, dari Rp669 triliun pada tahun 2025 menjadi Rp559 triliun pada 2026.
Untuk Kabupaten Banjarnegara, penurunan transfer tersebut diperkirakan berdampak pada pengurangan anggaran hingga sekitar Rp168 miliar.
“Kita harus beradaptasi dengan kondisi ini. Ketergantungan terhadap pemerintah pusat masih tinggi, sementara kemampuan fiskal menurun. Karena itu, setiap program harus direncanakan secara efisien, tepat sasaran, dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” tegas Bupati di hadapan para kepala OPD dan camat.
Salah satu penekanan utama dalam rapat koordinasi tersebut adalah perubahan pola kerja birokrasi, khususnya dalam pengelolaan anggaran dan pelaksanaan proyek strategis. Bupati menginstruksikan agar kegiatan besar dan proyek fisik diselesaikan pada sembilan bulan pertama tahun anggaran.
“Saya tidak ingin lagi penyerapan anggaran menumpuk di akhir tahun. Proyek-proyek strategis harus dilelang dan dikerjakan sejak awal, terutama di Dinas PUPR, Pendidikan, dan Kesehatan. Bulan ke-10 hingga ke-12 cukup untuk kegiatan rutin,” ujarnya.
Menurut Bupati, kebijakan ini penting untuk menghindari pelaksanaan proyek fisik pada akhir tahun yang umumnya bertepatan dengan musim hujan. Dengan demikian, kualitas pekerjaan dapat terjaga dan risiko kerusakan dini pada infrastruktur dapat diminimalkan.
Selain percepatan pelaksanaan APBD, Bupati juga menekankan pemerataan pembangunan desa. Ia meminta OPD agar tidak terus-menerus memusatkan program pada desa yang sama, melainkan melakukan distribusi pembangunan secara bergilir agar manfaatnya dirasakan secara adil hingga ke wilayah pelosok.
Pada bagian akhir arahannya, Bupati mengingatkan seluruh camat bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, khususnya tanah longsor di musim hujan. Ia juga meminta Dinas Komunikasi dan Informatika lebih aktif mempromosikan potensi daerah, serta Satpol PP meningkatkan patroli malam untuk menekan angka kriminalitas dan pergaulan bebas di kalangan remaja.
Dengan dimulainya aktivitas kerja sejak awal Januari, Bupati berharap seluruh jajaran birokrasi Banjarnegara dapat bergerak cepat, solid, dan adaptif, sehingga pembangunan daerah pada 2026 dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.


