Banyumas Raya

JAKARTA, – Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto meminta aparat penegak hukum meneliti kembali soal penetapan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Bachtiar Nasir sebagai tersangka.
Menurut Prabowo, Bachtiar Nasir tak bersalah terkait perkara dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan tindak pidana yang berasal pengalihan aset Yayasan Keadilan Untuk Semua.
“Secara garis besar kita prihatin dan selalu mengimbau pihak berwenang buat meneliti kembali. Kami menyatakan keyakinan kalian bahwa Ustaz Bachtiar Nasir tak bersalah sama sekali,” ujar Prabowo ketika menggelar konferensi pers di kediaman pribadinya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (8/5/2019).
Baca juga: Bukan Panggilan Pertama, Hari Ini Pemanggilan Kedua Bachtiar Nasir sebagai Tersangka
Prabowo mengatakan, perkara yg menjerat Bachtiar Nasir yaitu masalah lama yg terjadi pada 2017.
Menurut dia, tak ada unsur pelanggaran pidana dalam masalah tersebut.
“Kembali diangkat perkara lama tersebut ini kita merasa sebagai suatu tindakan sesudah pernyataan ijtima ulama dan tokoh nasional ke III,” kata Prabowo.
Ketua Umum Partai Gerindra itu menilai, masalah yg menjerat Bachtiar Nasir sebagai kriminalisasi terhadap ulama dan upaya bagi membungkam tokoh-tokoh yg menjadi pendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 02.
“Dan kalian anggap ini adalah upaya kriminalisasi terhadap ulama dan upaya bagi membungkam pernyataan sikap dari tokoh masyarakat dan unsur elemen dalam masyarakat,” ujar dia.
Baca juga: Bachtiar Nasir Minta Diperiksa sebagai Tersangka Setelah Lebaran
Terkait perkara ini, Bachtiar diketahui mengelola dana sumbangan masyarakat sekitar Rp 3 miliar di rekening Yayasan Keadilan Untuk Semua (YKUS).
Dana tersebut diklaim Bachtiar digunakan bagi mendanai Aksi 411 dan Aksi 212 pada tahun 2017 serta buat menolong korban bencana gempa di Pidie Jaya, Aceh, dan bencana banjir di Bima dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
Namun, polisi menduga ada pencucian uang dalam penggunaan aliran dana di rekening yayasan tersebut.
Saat menggelar konferensi pers, Prabowo didampingi oleh sejumlah petinggi Badan Pemenangan Nasional (BPN), antara yang lain Djoko Santoso, Amien Rais, Yusuf Martak, Ferry Mursyidan Baldan, dan Titiek Soeharto.
Sumber: http://nasional.kompas.com
BanyumasRaya.com

