Banyumas Raya

– Pertengah bulan April ini, pemerintah India memblokir aplikasi TikTok. Pembokiran dikerjakan setelah dua laporan menyebut adanya muatan pornografi dan predator anak di konten aplikasi berbagi video itu.
TikTok pun mengajukan tuntutan agar pengadilan membatalkan pemblokiran aplikasinya. Tuntutan itu pun akhirnya membuahkan hasil. Pemblokiran TikTok resmi dicabut di India, Kamis (25/4/2019).
Namun, pencabutan ini bukan berarti tanpa syarat. Pengadilan tinggi Kota Madras mensyaratkan agar konten yg memuat seksualitas secara eksplisit tak boleh diunggah ke platform tersebut.
Jika ada keluhan terkait konten apa pun, TikTok harus bersedia memperbaikinya dalam waktu 36 jam. Apabila gagal, maka aduan tersebut mulai diproses secara hukum.
Sebelum diblokir, pengadilan setempat memang meminta pemerintah buat melarang warganya mengunduh TikTok.
TikTok menjadi kontroversi, tak cuma karena memuat konten pornografi, tetapi juga karena pengakuan seorang wanita 24 tahun yg coba bunuh diri setelah dirundung di aplikasi TikTok.
Baca juga: Diblokir di India, TikTok Rugi Rp 7 Miliar Tiap Hari
Setelah pemerintah menyetujui pemblokiran, Kementrian Informasi dan Teknologi India pun meminta Apple dan Google, sebagai induk iOS dan Android buat menghapus aplikasi TikTok dari toko aplikasi mereka.
Kedua perusahaan raksasa itupun mematuhinya tidak lama kemudian. TikTok pun menghapus 6 juta video di India yg dinilai melanggar pedoman komunitas. Hal ini menimbulkan kerugian buat TikTok, baik dari segi finansial, reputasi, dan basis pengguna.
TikTok mengaku merugi 500.000 dollar AS (sekitar Rp 7 miliar) setiap hari karena kehilangan nilai investasi dan pendapatan komersil.
“Pemblokiran sudah berdampak buruk terhadap basis pengguna TikTok yg kehilangan (potensi) hampir 1 juta pengguna baru tiap hari,” sebut Bytedance – pengembang TikTok – dalam dokumen tuntutannya ke pangdilan.
Namun hal ini cuma berdampak pada potensi pengguna baru, sementara pengguna yg telah mengunduh TikTok masih dapat memakai aplikasi tersebut.
Janji TikTok
Menanggapi pemblokiran yg akhirnya dicabut, TikTok berjanji mulai selalu meningkatkan fitur keamanan di India, sesuai yg diminta oleh pengadilan.
Sumber: http://tekno.kompas.com
BanyumasRaya.com

