Mohon tunggu, konten utama Anda akan muncul dalam 5 detik...
Mohon tunggu, konten utama Anda akan muncul dalam 5 detik...
Banyumas Raya

– Istilah “ dislike mobs” cukup familiar di kancah YouTube, merujuk pada netizen yg terburu-buru memberikan jempol bawah (dislike) tanpa benar-benar menonton sebuah video.
Tren ini biasanya dipicu komentar negatif atau jumlah dislike di video tertentu yg terlanjur banyak. Salah sesuatu contohnya adalah video YouTube Rewind terbaru yg menuai banjir dislike lantaran dinilai tidak mewakili sebagian fenomena kreator pada 2018.
Baca juga: YouTube Rewind 2018 Catat Rekor “Dislike” Terbanyak
Dampaknya terbilang negatif, akan dari masifnya ujaran kebencian (hate speech) hingga keengganan para kreator buat berekspresi dan berkarya. YouTube pun tengah mencari solusi terbaik buat mengurangi serangan dislike macam ini.
Director of Project Manager YouTube, Tom Leung, membeberkan dua alternatif yg hendak ditempuh, dalam sebuah video berdurasi sembilan menit yg ditayangkan di channel YouTube “Creator Insider”.
Alternatif pertama, YouTube bakal menyembunyikan metrik video secara default. Artinya, netizen tidak bakal mampu melihat jumlah like dan dislike sebuah video, kecuali kreatornya memilih bagi mengumbar keterangan tersebut ke publik.
Mekanisme ini mungkin mampu meredam serangan dislike mobs, tapi respons positif juga tidak bakal dilihat publik. Padahal, respons positif netizen mulai sebuah video sangat krusial buat dua keperluan.
Karena itu, Tom Leung pun memberikan alternatif kedua. Konsepnya simpel, yakni memperingatkan netizen saat hendak memberikan dislike ke video.
“Ketika netizen ingin dislike, barangkali ada kotak yg muncul dan mempertanyakan kenapa video itu di-dislike. Konsep tersebut sekaligus memberikan respons yg lebih intim ke kreator,” kata dia.
Akan tetapi, konsep demikian sulit dikembangkan, apalgi saat harus mengoleksi seluruh respons yg masuk bagi kreator, sebagaimana dihimpun Tekno, Senin (4/2/2019), dari The Verge.
Baca juga: Umpatan Apa yg “Aman” Diucapkan dalam Video YouTube?
Alternatif terakhir, yg menurut Tom Leung sangat ekstrem, adalah meniadakan tombol dislike sama sekali. Masalahnya, mekanisme ini cenderung tidak demokratis.
“Tak segala yg memberikan dislike pada video adalah dislike mobs,” ujarnya.
YouTube masih selalu membuka berbagai alternatif bagi mengurangi dislike mobs. Belum jelas cara seperti apa yg dianggap paling efektif dan efisien bagi diimplementasikan. Kita tunggu saja.
Sumber: http://tekno.kompas.com
BanyumasRaya.com
BATANG – Indonesia bersiap memasuki babak baru dalam pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Sebuah AI Factory berskala raksasa akan dibangun di Kabupaten Batang,...
Meta resmi meluncurkan aplikasi baru bernama Seller, sebuah platform khusus yang dirancang untuk membantu pengguna mengelola aktivitas jual beli di Facebook Marketplace. Aplikasi...
Sebanyak 4.000 pekerja PT Feng Tay, pabrik pemasok sepatu merek global Nike yang berlokasi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dilaporkan telah dirumahkan. Kondisi...
JAKARTA – Ancaman relokasi industri kembali membayangi sektor manufaktur Indonesia. Dua pabrik komponen otomotif yang beroperasi di Jawa Timur dikabarkan tengah mempertimbangkan pemindahan...
JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) akan menjangkau seluruh aktivitas usaha masyarakat, termasuk pelaku usaha yang menjalankan...
JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green mulai Rabu (10/6/2026). Kenaikan...
Di tengah meningkatnya kebutuhan berbagi informasi secara cepat, platform berbasis web seperti NotePaste mulai banyak digunakan oleh pengguna internet. Layanan ini menawarkan fungsi...
JAKARTA – Pemerintah berencana menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng rakyat Minyakita dalam waktu dekat. Rencana tersebut mencuat setelah pemerintah melakukan evaluasi...
JAKARTA – Pemerintah menegaskan alokasi gaji bagi manajer Koperasi Desa Merah Putih merupakan bagian dari strategi memperkuat fondasi ekonomi desa, bukan pemborosan anggaran...
JAKARTA – Di tengah tekanan ekonomi dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, pusat perbelanjaan, kedai kopi, hingga restoran di berbagai...
CILACAP — Kabupaten Cilacap menjadi salah satu wilayah di Jawa Tengah yang perlu mendapat perhatian serius dalam pengurangan risiko bencana, khususnya terhadap ancaman...
BATANG – Indonesia bersiap memasuki babak baru dalam pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Sebuah AI Factory berskala raksasa akan dibangun di Kabupaten Batang,...
JAKARTA – Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda membuat sebaran material vulkanik meluas ke sejumlah wilayah Pulau Jawa dan Sumatra. Selain abu...
SEOUL – Bergabungnya pevoli putri Indonesia Megawati Hangestri Pertiwi dengan Hyundai Hillstate menjadi sorotan besar di Korea Selatan. Kehadiran opposite hitter asal Indonesia...
SACHSENRING, JERMAN – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pembalap muda Indonesia, Kiandra Ramadhipa, yang berhasil menjuarai Race 2 Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026...
JAKARTA – Penyidik gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menyita 74 kilogram emas...
JAKARTA – Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri tengah menyidik dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam pengadaan...
BEIJING – Pengadilan di Provinsi Jiangsu, China, menjatuhkan hukuman mati kepada mantan pejabat Kota Nanjing, Yang Youlin, setelah dinyatakan bersalah menerima suap senilai...
BATANG – Indonesia bersiap memasuki babak baru dalam pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan...
Meta resmi meluncurkan aplikasi baru bernama Seller, sebuah platform khusus yang dirancang...
Di tengah meningkatnya kebutuhan berbagi informasi secara cepat, platform berbasis web seperti...
Jakarta — Aplikasi pesan instan WhatsApp dikabarkan akan segera menghadirkan fitur baru...