Banyumas Raya

– Layanan video streaming on-demand Netflix agaknya semakin banyak menarik konsumen menjauh dari TV berbayar, setidaknya di Negeri Paman Sam.
Sebuah survei yg dikerjakan firma konsultasi PricewaterhouseCoopers ( PwC) memamerkan bahwa persentase rumah tangga di AS yg berlangganan layanan Netflix bagi pertama kalinya lebih tinggi dibandingkan TV berbayar (kabel dan satelit).
PwC melakukan penelitiannya pada bulan Oktober 2018 dengan melibatkan 2.016 warga negara AS dari kalangan usia 18 hingga 59 tahun dan memiliki penghasilan rumah tangga tahunan di atas 40.000 dollar AS.
Dalam laporan hasil surveinya, PwC menyebutkan bahwa persentase responden yg berlangganan Neflix mencapai 76 persen. Sementara, persentase pelanggan TV berbayar cuma 67 persen.
Penurunan persentase pelanggan TV berbayar dan kenaikan persentase pelanggan Netflix dari tahun ke tahun, berdasarkan survei PricewaterhouseCoopers di Amerika Serikat.Baca juga: Tontonan Netflix Bisa Dipamerkan di Instagram Stories, Begini Caranya
Dari tahun ke tahun, menurut PwC, persentase pelanggan TV berbayar di AS selalu menerus mengalami penurunan. Sementara, hal sebaliknya berlaku pada Neflix yg mengalami kenaikan persentase pelanggan.
Pada 2015, misalnya, persentase pelanggan TV berbayar masih berada di angka 79 persen, sementara Netflix 65 persen. Di 2017, persentase pelanggan TV berbayar dan Netflix sempat imbang di 73 persen. Lalu, tahun ini Netflix telah berada di depan.
“Seiring dengan menurunnya pelanggan TV berbayar, peranan mereka digantikan oleh sejumlah layanan streaming on-demand dan live yg selalu mengalami pertumbuhan,” sebut PwC dalam laporannya.
Tak terus mudah
Meski layanan on-demand menyediakan kebebasan menentukan video apa yg ingin ditonton kapanpun dikehendaki, pelanggan ternyata tidak terus merasa gampang dalam mencari konten yg diinginkan.
Dari survei PWC, cuma 12 persen responden yg menyatakan mampu menemukan konten yg dicari dengan gampang di layanan streaming. Ini karena jumlah konten yg disediakan memang sangat banyak.
Baca juga: Daftar Film dan Serial Terpopuler Netflix di 2018
Sistem rekomendasi konten -termasuk yg berbasis AI- pun tidak terus menyodorkan video yg sesuai selera pelanggan di antara aneka jenis konten yg ada, sebagaimana dirangkum Tekno dari BGR, Minggu (3/2/2019).
Sebanyak 50 persen responden menyatakan bakal meninggalkan sebuah layanan streaming kalau merasa kontennya terlalu membeludak atau sulit mencari video yg ingin ditonton.
Laporan survei PwC selengkapnya mampu dibaca di tautan berikut.
Sumber: http://tekno.kompas.com
BanyumasRaya.com

