Banyumas Raya

– Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, resmi launching Proyek Satelit Multifungsi pada Senin (8/10/2018) kemarin, dalam sebuah acara di Nusa Dua, Bali.
Proyek ini sudah didengungkan sejak akhir 2017 lalu. Tujuannya menopang kesehatan dan pendidikan Tanah Air, di mana bakal menghubungkan sekolah, Puskesmas, serta kantor desa atau kelurahan di segala Indonesia dengan jaringan internet.
Rudiantara menjabarkan, ketika ini Indonesia memiliki 226.000 sekolah. Sebanyak 9.000 di antaranya sama sekali belum terhubung dengan konektivitas internet.
Ada pula 50.000 kantor kelurahan dan desa, serta 4.000 Puskesmas yg mayoritas belum terhubung ke jaringan maya. Proyek Satelit Multifungsi dianggap sebagai solusi paling tepat dan cepat dibandingkan memakai kabel.
Baca juga: 2021, Puskesmas dan Desa Terpencil di Indonesia Terhubung Satelit
“Ada 150.000 fasilitas kurang lebih yg mulai kita hubungkan. Tidak ada jalan lain, karena kalau tarik kabel mulai lama,” ujar Rudiantara, sebagaimana dihimpun Tekno, Selasa (9/10/2018), dari situs Kominfo.
Kerja sama pemerintah dan swasta
Proyek Satelit Multifungsi ini berjalan dengan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Artinya, penyediaan dan pembiayaan infrastruktur berasal dari kolaborasi pemerintah dan swasta.
“Keunggulan skema KPBU adalah transparansi, akuntabel, dan mempertimbangkan risiko. Kami mampu akses talenta terbaik dan memperkaya produk-produk keuangan kami,” menteri yg kerap disapa Chief RA menjelaskan.
Dengan resminya Proyek Satelit Multifungsi, maka pemerintah sudah membuka kesempatan untuk Badan Usaha buat bekerja sama. Rudiantara menargetkan akhir tahun ini pemenangnya bakal ditetapkan, menyusul penyelesaian pembiayaan (financial closing) pada 2019 mendatang.
“Kalau spesifikasi segmen dan ground segmen di luar antenanya yg 150.000 titik itu, perkiraan (anggarannya) Rp 8 triliun hingga Rp 9 triliun, tergantung rancangannya,” Chief RA memberikan gambaran kasar soal bujet.
Peluncuran Proyek Satelit Multifungsi disaksikan Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekjen Kemenhub Djoko Sasono dan sejumlah Direktur BUMN Pembiayaan di bawah Kementerian Keuangan.
Sumber: http://tekno.kompas.com
BanyumasRaya.com

