Banyumas Raya

– Label smartphone murah dengan spesifikasi unggulan hingga hari ini masih dipegang vendor yang berasal China, Xiaomi. Sampai-sampai dua pesaing menganggap Xiaomi menjadi perusak harga pasar.
Terlepas dari itu, strategi ini pun sukses membuat Xioami merangsek ke empat besar vendor dengan pengapalan global terbesar, merajai pasar India, sekaligus menduduki peringkat beberapa merek smartphone terlaris kedua di Indonesia pada kuartal terakhir.
Xiaomi semakin memanjakan Mi Fans dengan launching debut Pocophone F1, sub-brand Xiaomi yg menyandang gelar smarpthone Snapdragon 845 paling murah.
Pocophone F1 akan dilepas ke pasaran dengan harga Rp 4,5 juta buat varian RAM 6 GB dan memori 64 GB. Di mana rata-rata vendor mulai mematok harga di atas Rp 5 juta seandainya mengadopsi Snapdragon 845.
Lalu, apakah Xiaomi mulai tetap bertahan memproduksi ponsel premium murah? Managing Director Xiaomi India, Manu Kumar Jain mengatakan, Xiaomi tetap berkomitmen buat menjual produknya dengan harga terjangkau.
Saat ditanya apakah Xiaomi mulai menelurkan smartphone seharga 699 dollar AS, di mana kabarnya harga tersebut mulai menjadi harga termurah iPhone baru yg mulai meluncur, Manu menjawab sangat tak mungkin.
Baca juga: Harga iPhone dan Ponsel Android Kian Mahal? Ini Sebabnya
Menurutnya, sebagaimana Tekno rangkum dari WCCF Tech, Senin (10/9/2018), belum ada teknologi smartphone yg digunakan Xiaomi buat mengharuskan mereka mematok harga jual 699 dollar AS atau setara dengan Rp 10,5 juta.
Xiaomi sesumbar mulai tetap pada batas marjin keuntungan sebesar 5 persen dan belum berniat tidak mengurangi keuntungan lagi dengan menjual ponsel di harga belasan juta.
Baca juga: Xiaomi Janji Selamanya Cuma Ambil Untung 5 Persen
Strategi menjual smartphone dengan harga miring juga mendorong penetrasi Xiaomi di pasar berkembang seperti India dan Indonesia, di mana vendor kelas atas seperti Apple susah payah menempuh pasar negara tersebut.
Strategi “triatlon” adalah kunci
Namun bukan tak mungkin Xiaomi menaikan harga produknya. Jika idealisme mereka terhadap keuntungan marjin benar adanya, maka alasan yang lain yg menyebabkan harga jual naik adalah harga komponen dan ongkos produksi yg meningkat.
Namun, Xiaomi milik cara sendiri buat mengakalinya dengan memasang strategi yg mereka sebut “triatlon”.
Dengan model bisnis ini, keuntungan Xiaomi lebih mengandalkan pada loyalitas Mi Fans yg berkesinambungan dan layanan internet sesuai keinginan konsumen, bukan dengan mematok harga tinggi.
Prosesor yg tangguh dan baterai jumbo menjadi fokus penting Xiaomi dengan mengorbankan bagian pelapis ponsel. Hal itu memungkinkan konsumen mampu menggenggam ponsel berspesifikasi unggulan dengan harga terjangkau.
Baca juga: Pocophone F1 Disebut Bisa Memicu Perang Harga Smartphone
Hingga ketika ini, ponsel termahal Xiaomi secara global masih dipegang Mi 8 Explorer Edition dengan harga sekitar Rp 8,1 juta ketika diluncurkan. Kabarnya, smartphone Xiaomi berbanderol mahal mulai disusul Mi Mix 3 yg mulai langsung rilis dengan desain kamera geser.
Sumber: http://tekno.kompas.com
BanyumasRaya.com

