Banyumas Raya

TANGERANG, – Konsistensi Honda Prospect Motor (HPM) dalam hal keselamatan berkendara ikut di kampanyekan dalam pameran GIIAS 2018. Hal ini ditunjukkan dengan hadirnya zona safety yg menampilkan simulator Honda Sensing yg dapat dicoba oleh segala pengunjung.
Honda Sensing yaitu teknologi keselamatan yg terdiri dari enam sistem yg bekerja buat meminimalisir potensi kecelakaan ketika berkendara.
Dengan simulator ini, Honda mengajak pengunjung buat merasakan simulasi berkendara mdengan perangkat virtual reality ( VR) buat mengetahui cara kerja fitur Honda Sensing.
“Tahun ini, kalian menggagas kampanye #AmanDiJalan dengan ragam aktivitas edukasi. Kami memberikan pelatihan berkendara secara langsung, serta memperkenalkan teknologi keselamatan Honda Sensing melalui simulasi VR. Kampanye ini adalah bentuk komitmen dalam mewujudkan lingkungan berkendara yg aman di Indonesia,” ucap Marketing and After Sales Service Director HPM Jonfis Fandy, Selasa (7/8/2018).
Baca juga: Teka-teki Hilangnya Pintu Kaca pada Honda Brio Baru
Kacamata VR digunakan bagi memberikan sudut pandang layaknya pengendara di balik kemudi. Sepanjang 5 menit, pengunjung mulai diajak berkendara mobil Honda melalui dua medan jalan. Setiap fitur dari Honda Sensing mulai diaktifkan sesuatu per satu.
Mulai dari simulasi dari fitur Collision Mitigation Brake System (CMBS) yg bekerja memperingatkan pengendara secara bertahap saat mobil mendeteksi adanya potensi benturan dengan kendaraa di depannya. Peringatan mulai keluar dalam bentuk audio-visual pada dasboar, dahulu seatbelt mulai segera mengencang serta mengaktifkan rem secara otomatis.
Honda Sensing di GIIAS 2018Baca juga: Upaya Honda Sosialisasikan Teknologi Hybrid i-MMD
Setelah itu, dilanjut dengan Road Departure Mitigation System (RDM). Fitur pintar ini berfungsi ketika kamera mendeteksi mobil keluar dari marka jalan tanpa menyalakan lampu sein. Apabila mobil tetap keluar setelah mendapat peringatan audio-visual, maka sistem RDM mulai mengatur arah setir dan melakukan pengereman otomatis agar mobil kembali ke jalur semula.
Ragam simulasi yang lain juga mampu dirasakan pengunjung, seperti Lane Keeping Assist System (LKAS) buat menolong setir bergerak secara otomatis agar mobil tetap di jalurnya, serta Adaptive Cruise Control (ACC) guna mendeteksi jarak mobil dengan kendaraan di depannya melalui Milimeter Wave Radar.
Melalui ACC, mobil mulai mengatur kecepatan secara otomatis tanpa pengemudi harus menginjak pedal gas bagi mempertahankan jarak aman.
Sumber: http://otomotif.kompas.com
BanyumasRaya.com

