Banyumas Raya

WASHINGTON – Di negara berkembang segala dunia terutama di Asia, asap rokok menyebabkan ribuan persoalan setiap tahunnya.
Terpapar asap rokok selama kehamilan meningkatkan risiko umum, seperti berat badan lahir rendah dan penyakit pernapasan.
Mengutip dari zeenews, Jumat, (27/07/2018), dalam studi baru, para peneliti menemukan bahwa 40 persen dari segala wanita hamil di Pakistan terpapar asap rokok – menyebabkan sekitar 17.000 cacat lahir dalam sesuatu tahun.
Tim dari Universitas memandang jumlah kehamilan bersama terkena paparan merokok terdapat data di 30 negara berkembang dari 2008 sampai 2013. Analisis memperlihatkan bahwa di Armenia, Indonesia, Jordan, Bangladesh dan Nepal lebih dari 50 persen dari wanita hamil dilaporkan terpapar asap rokok rumah tangga.
Di Indonesia sendiri 10.000 stillbirths berlangsung setiap tahun. Di Pakistan, cuma 1 persen dari cacat lahir yg dikaitkan dengan wanita yg aktif merokok selama kehamilan, tapi buat asap rokok, angka 7 persen, terutama disebabkan oleh tingginya angka hamil terpapar asap tembakau di rumah.
Lima dari 30 negara, rumah tangga asap rokok pemaparan adalah beberapa kali biasa seperti aktif Rokok.
“Ini adalah studi pertama yg menyediakan perkiraan Nasional buat 30 negara-negara berkembang pada paparan asap rokok di kehamilan dan itu mengungkapkan persoalan besar, persoalan yg tak sedang ditujukan,”kata pemimpin peneliti dariiman Siddiqi.
“Kami sudah memperlihatkan bagi pertama kalinya bahwa asap rokok selama kehamilan jauh lebih umum daripada merokok aktif di negara berkembang,”.
“Melindungi wanita hamil dari paparan asap rokok harus menjadi kunci strategi buat meningkatkan kesehatan ibu dan anak,”tambahnya.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

