Banyumas Raya

LONDON – Aktivitas fisik yg teratur bisa mengurangi risiko serangan jantung. Bahkan saat berada di daerah dengan tingginya pencemaran udara karena polusi dulu lintas.
Mengutip dari zeenews, Jumat, (27/07/2018), hal tersebut adalah bagian dari sebuah studi.
“olahraga teratur bagi mengurangi risiko penyakit kardiovaskular; polusi bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung, asma dan penyakit paru obstruktif kronik, “kata Nadine Kubesch dari University of Copenhagen di Denmark.
“Setidaknya ada sedikit data apakah kualitas udara buruk membatalkan manfaat perlindungan aktivitas fisik dalam mencegah serangan jantung,” kata Kubesch, penulis penting studi yg diterbitkan dalam Journal of the American Heart Association.
Para peneliti di Denmark, Jerman, dan Spanyol mengevaluasi tingkat aktivitas fisik (olahraga, Bersepeda, berjalan dan berkebun) dan nitrogen dioksida (NO2 polutan yg dihasilkan oleh dulu lintas) eksposur di 51,868 dewasa, berusia 50-65.
Selama periode tahun ada 2,936 pertama serangan jantung dan serangan jantung berulang 324.
Tingkat yg lebih tinggi dari polusi dikaitkan dengan serangan jantung lagi, namun, risiko lebih rendah di antara mereka yg aktif secara fisik, para peneliti menemukan.
Bersepeda buat empat kali per pekan yg memotong risiko serangan jantung berulang oleh 31 persen; dan ada penurunan 58 persen saat seluruh empat macam aktivitas fisik (bersama berjumlah empat jam per pekan atau lebih) digabungkan, terlepas dari kualitas udara.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

