Banyumas Raya

Banyak jalan menuju Roma, begitu kiranya semboyan yg dimiliki hacker demi mencuri password pengguna.
- Basis data DNA dan sidik jari Indonesia kalah dari Malaysia
- Basis data DNA di Indonesia tidak lengkap bikin sulit ungkap kejahatan
- Apa sidik jari dapat hilang karena kena air dan terluka?
Salah sesuatu metode baru yg dimanfaatkan hacker belum lama ini adalah dengan memanfaatkan celah bekas sidik jari pengguna yg tertinggal di keyboard komputer.
Menurut studi terbaru peneliti di University of California, bekas sidik jari di keyboard komputer memang tak dapat dilihat dengan mata telanjang. Namun, dengan bantuan lensa thermal, bekas sidik jari mampu tampak secara jelas karena panas yg masih tersisa di keyboard.
Gene Tsudik, salah sesuatu pimpinan peneliti tersebut, berkata metode ini adalah modus baru yg dapat digunakan hacker bagi mengetahui password dari jarak jauh.
“Cara ini biasanya dikerjakan di tempat-tempat umum seperti restoram, perpustakaan, kafe, mereka mulai memanfaatkan kamera thermal dan mengintip keyboard korban. Jika kamu mengetik password di komputer di tengah banyak orang, sebaiknya hindari cara tersebut,” kata Tsudik seperti dilansir Mirror via Liputan6.com, Selasa (10/7).
Tsudik menyebut modus ini dengan julukan “Thermanator”, di mana modus juga dapat dimanfaatkan hacker buat mengintip kode pin di tombol mesin ATM atau juga tombol keyboard smartphone.
Cara kerjanya tergolong mudah, tapi mirisnya tak banyak orang tahu cara ini mampu dikerjakan di tempat yg ramai.
Untuk mampu mengetahui password atau kode PIN korban, hacker mulai menempatkan kamera thermalkecil dalam sudut pandang terbaik bagi dapat mengintip keyboard korban.
Dari situ, hacker merekam dan mengetahui gerakan panas bekas sidik jari korban, mereka mulai memilah password secara sesuatu per sesuatu dan berurutan.
Modus ini bahkan telah diuji mencoba ke 31 peserta yg mengetik password mereka di empat macam keyboard yg berbeda.
Hasilnya? kamera thermal bisa merekam panas bekas sidik jari dari 31 pengguna tersebut cuma dalam waktu 30 detik saja.
Sumber: Liputan6.com
Reporter: Jeko I. R [ega]
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

