Banyumas Raya

JAKARTA, – Hasil studi yg dikerjakan oleh lembaga survei terkemuka di dunia, menyatakan bahwa penjualan mobil listrik ( electric vehicle) pada 2040, diperkirakan tembus 55 persen terhadap total pasar otomotif dunia.
Angka tersebut juga turut menggantikan setidaknya tujuh persen dari konsumi Bahan Bakar Minyak (BBM). Mengutip laporan Bloomberg New Energy Finance, Selasa (10/7/2018), penjualan mobiol listrik ketika ini baru mencapai 1,1 per tahun, selanjutnya pada 2025 mulai tumbut menjadi 11 juta unit, serta tembus 60 juta unit pada 2040.
Bukan cuma mobil keluaran terbaru, tapi mobil klasik pun dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman tersebut. Sebagai contoh, banyak di Eropa dan negara yang lain di dunia yg pemilik mobil kuno mengganti mesin konvesional dengan bertenaga listrik.
Baca juga: Ancaman Nyata PHK Massal Akibat Revolusi Mobil Listrik
Hal tersebut bagi mendukung tujuan diadakan program mobil listrik, merupakan menciptakan lingkungan yg bersih dan sehat bagi masa depan.
Mobil listrik e-tron dari AudiSebagai contoh, mobil pasangan Pangeran Harry dan Meghan Markle saat acara pernikahan. Ketika itu memakai merek kebanggaan Inggris, yakni Jaguar dengan model E-Type yg diproduksi pada 1968 silam.
Mobil tersebut bernama Jaguar E-Type Concept Zero, dengan model tanpa atap. Urusan tenaga, diklaim sanggup melaju hingga 100 kpj dalam 5,5 detik dan paling menarik, merupakan menggendong mesin listrik bertenaga 220 Kwh.
Bukan cuma itu, ada juga pengguna mobil klasik yang lain yg mengganti mesin konvesional dengan sumber tenaga dari listrik. Salah satunya pemilik Mini Moke yg yaitu produksi antara 1964 hingga 1993.
Bahkan modifikasi seperti itu telah banyak dikerjakan oleh pecinta otomotif di luar negeri. Dengan begitu, berkat teknologi listrik yg mulai berjaya di masa mendatang, maka mobil jadul atau klasik seperti itu pun tetap mampu dipakai lagi.
Namun, memang butuh mengeluarkan uang lebih buat mengganti mesin bensin dengan listrik.
Produsen
Pandangan dari sisi produsen otomotif, seperti dikutip laman CNN.com, Selasa (10/7/2018), Volkswagen (VW) menyebut bahwa pada 2025 perusahaan mulai menjual 1 juta unit mobil listrik setiap tahun.
Bukan cuma VW, Mini juga tak mau ketinggalan dengan tren tersebut. Merek yg berada di bawah naungan BMW Group itu juga mulai launching mobil listrik di masa mendatang, tepatnya dua waktu lagi saat memperingati hari jadi ke-60 tahun.
Mobil listrik dari Mini itu sendiri mulai diproduksi di pabrik Mini yg berada di Oxford, Inggris.
Indonesia
Vice President Corporate Communications BMW Group Indonesia, Jodie Otania mempraktekan cara menyalurkan listrik ke mobil listrik i8 pada hari kedua ajang International Motor Show (IIMS), di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (20/4/2018). Berdasarkan road map industri otomotif terbaru yg telah disusun Kementerian Perindustrian, 20 persen dari segala produksi mobil di Indonesia pada 2025 yaitu bagian dari program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV).
Termasuk di dalam LCEV itu adalah mobil listrik dan hibrida. Bahkan bagi memikat investasi baru dari para produsen otomotif, pemerintah telah menyiapkan berbagai fasilitas insentif.
Harapannya, para produsen menjadikan Indonesia sebagai basis produksi mobil listrik ataupun hibrida. Masing-masing produsen pun telah akan menjajakan diri dengan pemerintah terkait masalah ini.
Sumber: http://otomotif.kompas.com
BanyumasRaya.com

