Banyumas Raya

Jika membicarakan tentang wanita dan pria. Mungkin anda pernah terpikir mengapa puting wanita lebih bervariasi dibanding pria? Berikut hasil penelitian dua ahli biologi evolusi.
- Indonesia rasa Eropa berkat pembangkit listrik Sidrap
- Pembangunan jalan layang Maros-Bone Rp 167,68 miliar rampung September 2018
- Presiden Jokowi resmikan pembangkit listrik tenaga angin pertama di Indonesia
Menurut para ahli biologi evolusi, bagian-bagian tubuh yg sedikit berbeda dari orang ke orang dapat menjadi lebih utama dan yaitu hasil seleksi evolusi yg kuat, sedangkan fitur yg sangat bervariasi berasal dari proses seleksi yg lemah, dan memiliki sedikit fungsi. Para peneliti di University of Queensland di Australia mempertanyakan teori ini.
Para penulis merujuk sebuah penelitian tahun 2008 yg memperlihatkan variasi yg lebih besar dalam ukuran dan panjang klitoris saat dibandingkan dengan penis yg sebagian besar mirip. Ini memamerkan lebih bervariasinya klitoris berarti orgasme perempuan yaitu produk sampingan non-fungsional dari orgasme laki-laki.
Tim memakai puting buat menguji hipotesis mereka, karena puting pria umumnya seragam dibandingkan dengan puting perempuan. Puting pria dianggap sebagai versi non-fungsional dari puting perempuan, yg digunakan bagi menyusui.
Peneliti meminta bantuan 63 mahasiswa sarjana sebagai peserta, kemudian tim mengamati dan mengukur puting mereka. Peneliti juga mencatat variabel termasuk BMI, tinggi badan dan lingkar dada peserta. Suhu ruangan juga didokumentasikan, karena ini bisa mempengaruhi ukuran jaringan yg menonjol.
Setelah diteliti, ukuran puting pria rata-rata sebesar 36 persen dari ukuran puting perempuan. Wanita juga memiliki variasi yg lebih besar di area dan ukuran puting mereka.
Hasil Penelitian Terkait Puting
Hasil penelitian ini mendiskreditkan penelitian sebelumnya yg memperlihatkan variabilitas dalam ukuran berarti fitur tak memiliki fungsi, para penulis menyimpulkan dalam penelitian, yg diterbitkan dalam jurnal Adaptive Human Behavior and Physiology.
“Penelitian ini menambahkan data utama ke perdebatan [tentang variabilitas dan fungsionalitas] dan memamerkan hubungan sederhana antara fungsionalitas dan peningkatan variasi itu tak mungkin,” kata Dr. Kim Wallen, penulis studi tahun 2008 dan profesor psikologi dan neuroendokrinologi perilaku di Emory University, kepada Newsweek.
Dr Wallen menegaskan, penelitian ini tentunya mengabaikan studi 2008 karena puting pria dan wanita muncul buat memperlihatkan efek berlawanan dengan penis dan ukuran klitoris.
“Kita tak bisa menyimpulkan satu yg konkret tentang hubungan antara variabilitas dan fungsionalitas. Data baru ini menambahkan keterangan utama buat diskusi dan mendukung gagasan variabilitas tak mencerminkan fungsionalitas secara konsisten,” katanya.
Puting Wanita Lebih Bervariasi
Salah sesuatu fakta unik payudara ialah bervariasinya besar puting tersebut. Sementara itu, Ashleigh Kelly, dari sekolah psikologi Universitas Queensland, menyampaikan puting perempuan secara signifikan lebih bervariasi daripada puting jantan.
“Puting perempuan berfungsi karena mereka digunakan dalam menyusui. Oleh karena itu, temuan bahwa puting perempuan sangat bervariasi mendiskreditkan studi sebelumnya yg memamerkan variasi dalam fitur tertentu memperlihatkan kurangnya fungsionalitas.”
Mark Pagel, Profesor di sekolah University of Reading ilmu biologi, menyampaikan kepada Newsweek, studi tersebut tidak mengurangi karya yg menyangkal gagasan bahwa sifat-sifat yg berada di bawah seleksi yg kuat mulai cenderung sedikit variabelnya ketimbang ciri-ciri yg tak di bawah seleksi yg kuat.
“Minat utamanya di luar pertanyaan teoritis ini adalah bagi meningkatkan pertanyaan mengapa puting perempuan lebih bervariasi daripada laki-laki. Studi sebelumnya sudah memamerkan bahwa sifat-sifat yg dipilih secara seksual (sifat-sifat yg digunakan bagi menarik pasangan) tidak jarang bervariasi melebihi ciri-ciri yg tak dipilih secara seksual,” katanya.
Jika membicarakan tentang seks. Baru- baru ini sempat tersiar kabar seorang wanita yg berasal dariLos Angeles, Amerika Serikat mengaku seandainya dirinya kecanduan seks yg bermula ketika ia berusia 12 tahun. Dan kini wanita tersebut telah berusia 35 tahun. Wah cukup lama juga ya?
Sumber: Liputan6.com [mg2]
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

