Banyumas Raya

Moskow – Apple akhirnya meloloskan update dari aplikasi pesan Telegram. Persetujuan tersebut didapat setelah CEO Telegram Pavel Durov mengeluh seandainya update diblokir di segala dunia karena aplikasi itu dilarang di Rusia.
Pemerintah Rusia pertama kali memerintahkan larangan Telegram pada pertengahan April. Pasalnya, aplikasi pesaing WhatsApp itu menolak memberikan kunci enkripsi yg memungkinkan Layanan Keamanan Federal Rusia atau Federal Security Service (FSB) mengakses data pengguna.
Penolakan itu kian menyulitkan Telegram karena mengarah pada pemblokiran jutaan IP di Amazon dan platform cloud Google. Belakangan ini, pemerintah Rusia juga meminta Apple menghapus aplikasi pesan tersebut dari toko aplikasi mereka.
Namun, Apple sepertinya tak menarik Telegram dari App Store Rusia. Hal ini menyebabkan pihak berwenang Rusia mengirim surat yg mengikat secara hukum ke Apple.
Isi suratnya, menuntut Apple menghapus aplikasi Telegram dalam sesuatu bulan atau perusahaan pembuat iPhone itu mulai menghadapi dua macam hukuman karena melanggar hukum setempat.
Terlepas dari itu, Apple dengan dua alasan memblokir update Telegram di iOS keluar dari segala dunia, bukan cuma buat pengguna Rusia.
Durov kemudian menunjukkan, pemblokiran update berarti tak sesuai dengan Undang-Undang Privasi GDPR Uni Eropa. Melanggar aturan GDPR dapat menyebabkan denda buat Telegram.
“Apple sudah mencegah Telegram memperbarui aplikasi iOS-nya secara global sejak pihak berwenang Rusia memerintahkan Apple menghapus Telegram dari App Store,” kata Durov dalam pesan publik Telegram yg dilaporkan The Verge.
“Basis pengguna Telegram di Rusia cuma 7 persen, tetapi Apple membatasi pembaruan buat seluruh pengguna di semua dunia sejak pertengahan April,” ujarnya.
Setelah Durov mengeluhkan tindakan Apple itu, raksasa teknologi yg berbasis Cupertino, California, AS tersebut sepertinya membiarkan pembaruan aplikasi iOS Telegram dalam dua bulan berlalu begitu saja.
Dalam pengumumannya tentang pembaruan, Durov pun berterima kasih pada Apple dan CEO-nya, Tim Cook, karena memungkinkan pembaruan Telegram ke jutaan penggunanya.
Sumber: http://teknologi.inilah.com
BanyumasRaya.com

