Banyumas Raya
– Apple dikabarkan tengah mengembangkan teknologi pemindai sidik jari ultrasonic yg dibenamkan di bawah layar smartphone, sehingga tak memerlukan lempengan khusus.
Teknologi pemindai ultrasonic ini bekerja dengan menangkap detail-detail kecil pada kulit. Detil-detil yg ditangkap memang lebih sedikit ketimbang pemindai sidik jari versi lain.
Namun di sisi lain, teknologi ultrasonic mampu membaca tanda-tanda tubuh dengan lebih akurat ketimbang teknologi optik.
Apple bukan satu-satunya perusahaan yg mengembangkan teknologi ultrasonik itu. Ada juga Samsung dan Qualcomm yg berupaya membuat dan menerapkan teknologi serupa.
Satu hal yg perlu dicatat, meskipun teknologi pemindai sidik jari ultrasonik itu telah ada, tak berarti Apple dan Samsung bakal langsung menerapkannya di smartphone terbaru mereka.
Apple sendiri diprediksi baru mulai menerapkan teknologi ultrasonik di bawah layar smartphone-nya pada tahun depan, sebagaimana dilansir Tekno dari Phone Arena, Rabu (16/5/2018).
Sedangkan Samsung, diprediksi batal memasangnya pada Galaxy Note 9 dan kemungkinan baru memperkenalkannya di Galaxy S10.
Sebelumnya, kebanyakan vendor smartphone yang berasal China memakai teknologi optik sebagai basis pemindai sidik jari di smartphone buatannya. Teknologi ini mengandalkan refleksi cahaya buat membaca bentuk sidik jari dan mencocokkannya dengan rekaman yg ada.
Selain kedua teknologi itu, ada juga teknik ketiga yg memanfaatkan teknologi kapasitif. Pada teknik ini, teknologi kapasitif difungsikan buat mendeteksi pola elektrik yg ada di jari pengguna buat dicocokkan dengan rekaman sidik jari.
Sumber: http://tekno.kompas.com
BanyumasRaya.com

