Banyumas Raya

Eksekutif Huawei akhir-akhir ini mulai terus diselimuti rasa was-was lantaran penyelidikan AS terhadap perusahaannya. Tentu saja Huawei tidak ingin perusahaannya bernasib nahas seperti ZTE.
- Resmi meluncur, Ini harga dan spesifikasi lengkap Huawei Nova 2 Lite
- 6 Smartphone papan atas yg lahir di awal 2018
- 7 Hp terbaru dengan spesifikasi terbaik yg bersiap mendarat di Indonesia
Seperti diketahui ZTE dituding melanggar perdagangan. Mereka pun berpotensi dilarang memakai OS Android alias lisensi Androidnya dicabut. Selain itu juga, dilarang mengekspor komponen dari perusahaan AS. Perlakuan ini sama saja membunuh pelan-pelan vendor smartphone yg ditengarai melakukan hal yg dilarang.
Dilaporkan Engadget dari South China Morning Post, Senin (30/4), bagaimana upaya Huawei buat tak bernasib sama seperti ZTE? Minimal buat soal operating systemnya, produsen Tiongkok ini mulai memakai sistem operasi yg dikembangkan sendiri.
“Ini skenario buat perkara terburuk,” kata orang dalam Huawei.
Sebelumnya, Huawei sempat menyampaikan bahwa pihaknya tak memiliki rencana buat mengembangkan operating system sendiri pada masa mendatang. Namun, saat otoritas AS pada tahun 2012 melakukan investigasi ZTE dan perusahaannya, Huawei dikabarkan mengembangkan sistem operasinya sendiri. Ini dikerjakan seandainya kelak otoritas AS telah pasti melarangnya memakai sistem operasi Android bagi ponselnya.
Meski begitu, bukan hal yg gampang melepaskan sistem operasi Android. Itu sama saja pengguna rela meninggalkan akses ke layanan Google di luar China. Bahkan ponsel anyarnya P20 Pro mulai kehilangan daya pikat seandainya tak memakai sistem operasi dari Google itu. [ara]
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

