Banyumas Raya

Merdeka.com Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) kurang puas terhadap penjelasan Facebook mengenai kebocoran data pengguna di Indonesia. Ada beberapa hal yg dinilai belum dijawab dengan tuntas.
Pertama, tindakan yg dikerjakan Facebook terhadap bentuk keterangan dan cara pemberitahuan penyalahgunaan data pengguna sebagai bentuk early warning dalam platform Facebook. Kedua, potensi penyalahgunaan data pengguna yg selaiknya diketahui pengguna.
Facebook harus mematuhi legislasi atau regulasi yg berlaku di Indonesia. Maka, Kemkominfo membutuhkan penjelasan mengenai struktur tanggung jawab di Facebook saat terjadi penyalahgunaan atau diciderainya data pribadi pengguna dari Indonesia, demikian siaran pers Kemkominfo yg diterima Merdeka.com, Jumat (13/4).
Terlepas dari belum tuntasnya Facebook menjawab beberapa pertanyaan dari pemerintah, Kemkominfo menyampaikan cukup mengapresiasi surat balasan dari Facebook. Surat tersebut disampaikan oleh Kepala Perlindungan Data dari Facebook Irlandia melalui email.
Dalam surat tersebut, pihaknya menyampaikan bahwa Facebook sudah melakukan langkah-langkah utama di antaranya audit terhadap kebocoran data pribadi pengguna, meski hasil audit tersebut belum disampaikan secara rinci.
Kemudian, memberikan rincian keterangan mengenai akses pihak ketiga terhadap data user pass log in dalam aplikasi Cambridge Analytica (CA). Lalu, Facebook menyatakan sudah melakukan update kebijakan dan perubahan fitur yg memungkinkan pihak ketiga memakai data pribadi pengguna.
Kemkominfo mengapresiasi respons Facebook atas surat peringatan yg diberikan dan keinginan buat menolong secara sukarela. Meskipun belum seluruh keterangan yg diminta oleh Pemerintah Indonesia dipenuhi dalam surat jawaban, tulisnya.
Kemkominfo sendiri, sudah melayangkan sanksi administrasi buat Facebook berupa sanksi teguran lisan dan tertulis dalam bentuk Surat Peringatan (SP). Sejauh ini, pemerintah sudah melayangkan SP kedua bagi Facebook, lantaran pemerintah masih menemukan adanya aplikasi yg serupa CA, yakni CubeYou dan AgregateIQ. [ita]
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

