Banyumas Raya

Washington – Sebuah laporan audit oleh NASA mengungkapkan bahwa komputer Raspberry Pi digunakan bagi mencuri data dari Jet Propulsion Laboratory.
Monitor komputer berukuran kartu kredit terhubung ke jaringan JPL dan memiliki akses tak terdeteksi ke file selama 10 bulan. Lebih banyak sudah terungkap dalam laporan dari Kantor Inspektur Jenderal NASA, minggu ini.
Laboratorium Jet Propulsion NASA dikelola oleh Caltech. Merekamengelola segala misi robot di Mars di samping probe yg sudah dikirim ke Saturnus, Jupiter, dan seterusnya.
Raspberry Pi digunakan dalam kombinasi dengan akun eksternal yg disusupi bagi masuk ke jaringan misi JPL. Sekitar 500 megabita data di 23 file dicuri. Setidaknya beberapa file sudah membatasi keterangan tentang misi penjelajah Curiosity di Mars.
Ditemukan selama penyelidikan bahwa JPL memiliki kelemahan keamanan yg mengurangi ‘kemampuan laboratorium bagi mencegah, mendeteksi, dan mengurangi serangan yg menargetkan sistem dan jaringannya, sehingga mengekspos sistem dan data NASA bagi dieksploitasi oleh para penjahat siber’.
Penemuan peretasa ini menyebabkan NASA mempertanyakan integritas data dari Deep Space Network-nya. Menanggapi penemuan ini, buat sementara waktu memutus dua sistem terkait penerbangan ruang angkasa dari jaringan JPL.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa JPL tak memisahkan data dengan benar dan bahwa mitra eksternal seperti kontraktor dan badan antariksa asing tak terbatas pada sistem dan aplikasi yg disetujui.
“Perbaikan kontrol keamanan JPL dan peningkatan pengawasan oleh NASA sangat utama buat memastikan kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan data agensi,” laporan itu menyimpulkan.
Sumber: http://teknologi.inilah.com
BanyumasRaya.com

