Banyumas Raya

– Seiring bertambah usia smartphone, performanya pun bakal berangsur menurun. Di ketika bersamaan, Anda mungkin belum milik anggaran buat mengganti ke model yg lebih baru.
Untuk itu, ada baiknya mengetahui penyebab smartphone melambat dan bagaimana cara mencegahnya. Ada lima masalah umum yg mengkin menjadi biang keladi di balik smartphone yg berubah menjadi lemot.
Selengkapnya, ikuti penjabaran yg dirangkum Tekno dari Android Authority, Selasa (10/7/2018) berikut ini, siapa tahu mampu membantu.
1. Aplikasi “background”
Pengguna smartphone kerap impulsif mengunduh aplikasi yg cuma dipakai sekali-sekali, bagi tidak menyebut sesuatu kali. Aplikasi-aplikasi itu kemudian dibiarkan menumpuk, ada juga yg senantiasa berjalan di latar belakang.
Padahal, smartphone memiliki sumber daya (RAM, CPU, dll) yg terbatas. Anda harus cerdas dan berhitung bagi memutuskan prioritas aplikasi yg perlu disimpan.
Ketika Android P meluncur nanti, persoalan ini mulai lebih gampang teratasi dengan fitur “Background Execution Limits”. Namun, semabari menunggu sistem operasi tersebut, Anda dapat coba lebih rajin bersih-bersih aplikasi tidak berguna.
Luangkan sedikit waktu bagi bertandang ke pengaturan dan opsi pemeliharaan (maintanance) pada masing-masing ponsel. Anda dapat melihat aplikasi-aplikasi mana saja yg menggerogoti memori dan baterai Anda, lantas lakukan pembersihan.
2. Memori penuh
Kecepatan memori internal mulai berkurang seiring banyaknya file yg Anda simpan. Bisa jadi dari backlog aplikasi, foto dan video yg tidak dihapus bertahun-tahun, atau cache yg tidak terlihat.
Untuk memulihkan kecepatan perangkat, Anda mampu melakukan factory reset, tentu setelah menyimpan data-data utama di tempat yang lain terlebih dahulu. Jika hal ini menurut Anda ruwet, dari awal sebaiknya menyimpan foto, musik, video, dan sebagainya, di memori eksternal (microSD, atau media lain).
Pasalnya, microSD dapat segera diganti saat penuh. Data Anda pun tetap aman. Opsi lainnya adalah menyimpan data ke layanan storage berbasis Cloud.
3. Baterai menurun
Selain persoalan memori, baterai juga mampu memperlambat performa smartphone. Setelah tiga atau beberapa tahun, Anda akan merasakan baterai cepat habis alias bocor.
Baterai yg usang turut memengaruhi pemrosesan program pada smartphone dan komponen memori secara keseluruhan. Untuk itu, rawat baterai Anda dengan mengisi daya tanpa memakai ponsel, tidak mengisi daya semalaman, serta tidak membiarkan ponsel benar-benar mati kehabisan baterai sebelum mengisi daya.
Baca juga: Tips Nge-charge Baterai Ponsel Agar Lebih Awet
4. Degradasi memori
Seperti baterai, RAM dan memori flash storage yg dijadikan media penyimpanan di smartphone juga dapat mengalami degradasi. Aktivitas penulisan dan penghapusan data (write cycle) lambat laun mulai mengurangi performanya.
Memori flash macam SSD biasanya memiliki rating daya tahan yg dinyatakan dalam Drive Write Per Day (DWPD) atau Terabytes Written (TBW). Rating memori flash smartphone jarang diungkapkan, tetapi biasanya dapat bertahan bertahun-tahun sebelum akan rusak.
5. Update sistem operasi atau tidak?
Sistem operasi perlu diperbarui secara berkala. Ada kalanya update ini juga mulai menghasilkan peningkatan kinerja, misalnya dengan menambal bug software yg membocorkan sumberdaya
Pembaruan secara umum mulai memberikan dampak penggunaan yg lebih baik. Namun, perbaikan dan peningkatan itu milik mungkin harga sendiri, yakni membutuhkan kapasitas memori dan RAM yg lebih besar.
Inilah yg menyebabkan ponsel-ponsel dengan memori dan RAM rendah kerap tidak dapat memperbarui sistem operasinya ke versi yg lebih baru. Tetapi ada pula yg menyanggupi dengan konsekuensi performa justru lebih lambat.
Untuk itu, ada baiknya menyikapi pembaruan aplikasi dan sistem operasi sesuai kebutuhan Anda. Jika tidak perlu, mungkin lebih baik setia pada sistem operasi lama hingga ganti smartphone baru yg memang memiliki hardware lebih mumpuni..
Sumber: http://tekno.kompas.com
BanyumasRaya.com

