Banyumas Raya

SHENZHEN, – President Marketing and Sales Service, Huawei Consumer Bussiness Group, Jim Xu mengatakan, pihaknya mulai mengubah strategi penjualan ponsel di Indonesia.
Hal itu disampaikan Jim ketika menggelar konferensi pers di sela kegiatan Asia Pacific (Apac) Media China Trip 2018 di Shenzhen, Kamis (5/7/2018). Jim mengakui, pangsa pasar ponsel Huawei di Indonesia kurang menggembirakan. Hal itu karena strategi penjualan yg kurang tepat.
Huawei, kata Jim, awalnya memperkirakan bahwa minat masyarakat Indonesia terhadap ponsel premium kecil. Alhasil, Huawei cuma gencar pada penjualan ponsel mid-range dan low-end.
Baca juga: Menyaksikan Ponsel Huawei Disiksa di Beijing
Padahal, lanjut dia, pada kenyataannya pangsa pasar ponsel kelas premium Huawei di Indonesia ternyata lebih tinggi daripada Thailand.
“Kami akui itu kesalahan kami. Awalnya, saat menargetkan Indonesia dengan (ponsel) mid-range dan low-end, kita baik-baik saja. Tapi kita tidak yakin diri ketika launching premium, pangsa pasar cuma 5 persen,” kata Jim.
Setelah dipantau selama 5 tahun penjualan smartphone premium di Indonesia, lanjut Jim, ternyata pangsa pasar 5 persen itu lebih besar daripada Thailand. Artinya, persentasi penjualan ponsel premium di Indonesia mampu mengalahkan Thailand.
“Berdasarkan pengalaman itu, kita akhirnya mengganti strategi penjualan di Indonesia. Kami mulai gencarkan promosi ponsel high-end,” tegas Jim.
Ingin ubah citra
Selain itu, dengan penjualan ponsel high-end atau kelas atas, Jim mengatakan, pihaknya ingin mengubah citra bahwa ponsel Huawei bukan produk murahan meskipun berasal dari China. “Ponsel premium mulai menggeser Huawei menjadi merek kelas atas (high-end),” tegas Jim.
Salah sesuatu pembuktian bahwa Huawei akan mengubah strategi penjualan ponsel adalah dengan peluncuran smartphone P20 Pro di Indonesia, akhir Juni lalu. Smartphone flagship ini menawarkan fitur kamera yg mumpuni di bagian punggungnya, yakni 40MP RGB, 8MP telephoto ,serta 20MP monokrom
Baca juga: Huawei P20 Pro Dijual Seharga Rp 12 Juta di Indonesia
Bahkan ke depan, Huawei berjanji mulai makin meningkatkan kualitas kamera dengan sentuhan tekonologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yg telah akan diterapkan di P20 Pro.
“Sehingga gambar dan kenyataan mulai sama. Kami juga mulai menyempurnakan efek bokeh,” kata Fan Fei, Vice President Handset Business Huawei Consumer Business Group ketika konferensi pers di Beijing, Selasa (3/7/2018).
Sumber: http://tekno.kompas.com
BanyumasRaya.com

