Banyumas Raya

Mumbai – Tata Motors melaporkan laba bersih yg merosot hingga 50 persen pada kuartal keempat tahun fiskal 2017 yg berakhir pada Maret 2018, akibat menurunnya penjualan divisi mobil mewah Jaguar Land Rover yg membebani margin keuntungan perusahaan.
Tata Motors yg mengakuisi Jaguar dan Land Rover pada 2008, mengalami kemerosotan keuntungan menjadi 21,25 miliar rupee (sekitar Rp4,41 triliun) dari 43,36 miliar rupee (sekitar Rp9 triliun) pada setahun sebelumnya, ungkap perusahaan yg berbasis di Mumbai, India tersebut.
Analis memprediksi Tata Motors mulai membukukan laba bersih sebesar US$550 juta (sekitar Rp7,81 triliun) kendati mereka tak menyadari adanya investasi miliaran dolar AS yg menurut perusahaan ikut bertanggung jawab atas penurunan laba.
“Tahun keuangan 2018 menjadi tahun istimewa untuk Tata Motors dengan kinerja penjualan yg memecahkan rekor, peningkatan di pangsa pasar dan bisnis yg berubah menguntungkan sebelum adanya pengeluaran biaya yg luar biasa,” ujar Guenter Butschek, CEO Tata Motors, dalam sebuah pernyataan dilansir AFP.
Tata Motors menyampaikan bahwa mereka berinvestasi US$4,5 miliar (sekitar Rp63,9 triliun) dalam mengembangkan teknologi pada produk andalan Jaguar Land Rover.
Pendapatan yg buat kuartal keempat menguat menjadi 912,79 miliar rupee (sekitar Rp189,6 triliun) dari 787,47 miliar rupee (sekitar Rp163,5 triliun) pada setahun sebelumnya, tambah perusahaan itu.
Penjualan Jaguar melonjak 19,9 persen di China pada kuartal keempat dibandingkan dengan periode yg sama tahun sebelumnya, namun total penjualan di semua dunia mengalami penurunan terutama di pasar penting di Eropa dan Inggris.
Penjualan mobil mewah itu merosot lebih dari 13 persen di Inggris selama tahun fiskal, kata perusahaan itu, akibat ketidakpastian atas rencana peningkatan pajak pada kendaraan bermesin diesel.
Sumber: http://teknologi.inilah.com
BanyumasRaya.com

