Banyumas Raya

JAKARTA, – Ban yaitu salah sesuatu bagian pada kendaraan yg wajib diperhatikan sebelum dipakai buat perjalanan jauh, contohnya menjelang musim mudik.
Ban wajib diperhatikan kondisinya karena posisinya segera bersentuhan dengan aspal.
Bagi pemudik yg berencana pulang kampung dengan mobil pribadi, ada baiknya mengecek terlebih dulu keadaan ban kendaraannya sebelum memulai perjalanan.
Pihak Bridgestone Indonesia, menyatakan, setidaknya ada empat hal yg perlu diperhatikan pada ban demi keselamatan di jalan. Berikut keempat hal tersebut beserta penjelasannya:
1. Tekanan angin
Tekanan ban paling ideal bagi mobil berbeda tergantung macam kendaraannya. Untuk sejenis sedan atau city car direkomendasikan, adalah 28-30 Psi.
Sedangkan untuk kendaraan dengan muataannya lebih banyak seperti MPV dan SUV, tekanan angin ideal ada di angka 30-32 Psi.
Bila tak ada alat khusus, tekanan angin ideal mampu diukur dengan telapak tangan.
“Ukuran ideal yg menyentuh permukaaan jalan cuma seukuran telapak tangan,” kata Department Manager Training and Product Evaluation PT Bridgestone Indonesia, Deni Arief Pribadi di Karawang dua waktu lalu.
2. Tingkat keausan
Setiap ban buat penggunaan harian dipastikan milik karet menonjol atau alur. Ketinggian alur disarankan harus di atas 1,6 mm.
Jadi bila ukurannya sama atau kurang dari angka tersebut, maka disarankan bagi langsung mengganti ban dengan yg baru.
Baca juga: Jangan Asal Vulkanisir Ban
“Ban yg telah gundul mulai menurunkan kinerjanya dan bahaya slip seandainya digunakan di jalanan basah,” ucap Deni.
Alur atau groove pada ban yg memiliki model dan fungsi berbeda-beda.3. Bersihkan dari benda-benda asing
Acapkali ada benda-benda yg menempel pada ban, contohnya batu kerikil, paku, besi dan sebagainya. Keberadaan benda-benda tersebut harus langsung dibersihkan. Sebab berpotensi merusak ban.
4. Pastikan tak ada bagian yg rusak
Kerusakan yg dinilai kadang ditemukan pada ban adalah sobek atau retak. Apabila ditemukan keadaan seperti ini, ban disarankan cepat diganti karena berpotensi pecah tiba-tiba ketika tengah digunakan.
Baca juga: Risiko Tambal Ban Tubeless secara Berulang-ulang
Berbagai tipe ban merek Bridgestone.Hemat Biaya Perjalanan
Sementara itu, pihak Michelin Indonesia menyatakan memakai ban dalam keadaan ideal mampu menghemat biaya perjalanan. Sebab dengan keadaan ideal, maka ban dapat dipakai lebih lama.
Sebagai contoh, ban yg secara konsisten bertekanan angin kurang dari 20 persen bisa berkurang masa pakainya mencapai 20 persen.
“Ini artinya ban yg biasanya mampu bertahan 40.000 km mulai menjadi aus pada 32.000 km,” tulis Michelin dalam situs resminya.
Baca juga: Ini Bedanya Ban Bias dan Ban Radial
Michelin ajukan diri kembali ke F1Menurut Michelin, ban dengan tekanan angin kurang adalah salah sesuatu penyebab penting dari penggunaan bahan bakar berlebih.
Selain itu, ban dengan tekanan angin kurang memiliki hambatan gulir yg lebih tinggi. Sehingga mesin membutuhkan upaya ekstra bagi menggerakkan kendaraan Anda.
Baca juga: Jangan Cuek ketika Ban Kempes
“Kalau telah seperti itu, anggaran bahan bakar tentu tak mampu dihemat,” jelas Michelin.
Sumber: http://otomotif.kompas.com
BanyumasRaya.com

