Banyumas Raya

Jakarta – Tenaga kesehatan seperti perawat sangat dibutuhkan ketika ini.
Karena itu, dibutuhkan banyak sekolah – sekolah yg bisa mendukung keterampilan sumber daya manusia terbaik hingga meraih sukses.
Menjawab tantangan ini, MDIS sebagai kampus swasta pertama di Singapura yg membuka program keperawatan dengan dukungan fasilitas lengkap termasuk laboratorium praktikum keperawatan.
“Pengalaman vokasional yg kaya tentu menjadi pertimbangan penting perusahaan ketika merekrut calon tenaga kerja di masa depan, dan fokus strategis kalian menekankan pada pendidikan berbasis keterampilan buat membekali lulusan kalian dengan seperangkat ketrampilan yg tepat agar mereka mampu meraih kesuksesan dalam kancah global,” kata Sekretaris Jenderal MDIS Dr R Thevyendran ketika meresmikan laboratorium keperawatan, seperti yg dikutip dari siaran pers, Jakarta, Jumat, (22/06/2018).
Masih menurutnya, perubahan dan transformasi dalam industri berarti umur keterampilan yg dimiliki seseorang menjadi pendek, karena permintaan industri terhadap keterampilan baru selalu berkembang dan meningkat secara pesat.
Sebagai institusi pendidikan, MDIS berada di garis terdepan dalam pergeseran fokus pendidikan yg kini sedang terjadi. Agar bisa mengantisipasi pengetahuan dan keterampilan apa yg dibutuhkan di masa mendatang.
Lab Praktikum Keperawatan MDIS sendiri yaitu lab yg dilengkapi oleh berbagai fasilitas yg menunjang buat perawat yg sudah terdaftar (post-registered nurses) agar mereka bisa meningkat keterampilannya.
Peresmian ini yaitu upaya MDIS bagi mengembangkan kurikulumnya yg berbasis keterampilan (skill-based) agar bisa memenuhi kebutuhan industri terhadap tenaga kerja yg bersiap pakai di masa depan dalam cakupan global.
Lab praktikum yg baru diresmikan sudah dilengkapi oleh peralatan dan fasilitas medis yg sudah tersertifikasi, termasuk meneken Laerdal (Laerdal yaitu perusahaan manufaktur terbesar yang berasal Norwegia yg memproduksi peralatan medis) dan juga teknologi simulasi amalgamate yg mampu digunakan mahasiswa keperawatan bagi berlatih prosedur dan metode diagnosis dalam skenario medis yg realistis.
Maneken tersebut bisa juga digunakan bagi simulasi pada gagal jantung, penyempitan paru-paru, dan gejala penyakit umum lainnya, seperti batuk-batuk.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

