Apple Vision Pro Rilis Bulan Depan, Cek Harga dan Jadwal Preorder

oleh -579 Dilihat

Apple sudah mengumumkan ketersediaan untuk Vision Pro mereka. Namun, menurut laporan dari analis ternama Ming-Chi Kuo, perangkat “spatial computing” tersebut akan sangat terbatas karena Apple memutuskan hanya memproduksi antara 6.000 hingga 8.000 unit saja

Apple akan resmi merilis Vision Pro pada 2 Februari mendatang di Amerika Serikat (AS) dengan harga US$3.499 atau sekitar Rp54,4 juta (kurs Rp15.566 per dollar).

Perangkat virtual reality (VR) dari raksasa teknologi Cupertino ini sudah mulai bisa dipesan secara preorder mulai 19 Januari.

Meskipun harganya yang sangat mahal di angka USD 3.500 atau sekitar Rp54 jutaan, Ming-Chi Kuo memprediksi Apple Vision Pro bakal langsung sold-out tidak lama setelah dirilis resmi. Hal ini karena peminat perangkat inovatif dari Apple tersebut dinilai sangat besar, baik dari fans Apple sendiri maupun pengguna lain.

Dikutip dari The Verge, Apple juga mengungkapkan harga untuk lensa resep Zeiss yang bisa didapatkan oleh pengguna bersama dengan Vision Pro.

Lensa baca akan tersedia dengan harga tambahan US$99 atau sekitar Rp1,5 juta, sedangkan lensa resep akan dijual seharga US$149 atau sekitar Rp2,3 juta.

Model dasar dari Vision Pro menawarkan penyimpanan 256 GB dan dikemas dengan sejumlah aksesori, seperti pita rajut tunggal dan pita lingkaran ganda, segel ringan dan dua bantal segel ringan, penutup Apple Vision Pro, kain pemoles, baterai, kabel pengisian daya USB-C dan adaptor daya USB-C.

Apple pertama kali memperkenalkan headset Vision Pro pada saat Worldwide Developer Conference pada Juni 2023.

Vision Pro seharga Rp. 50 jutaan ini menawarkan tampilan 4K untuk setiap mata dan memungkinkan slot88 Anda beralih antara augmented reality (AR) dan virtual reality (VR) menggunakan tombol yang terletak di sisi perangkat.

Perangkat ini didukung oleh pengaturan chip ganda yang menampilkan chip M2 buatan Apple dan chip R1 baru, yang didedikasikan untuk memproses data dari sensor, kamera, dan mikrofon internal.

Pengguna juga dapat menavigasi antarmuka tanpa pengontrol, karena perangkat ini mendukung pelacakan mata, kepala, dan tangan.

Apple sendiri memamerkan perangkat ini sebagai cara untuk berinteraksi dengan aplikasi populernya, seperti FaceTime, Photos, dan Movies, serta untuk melihat video spasial yang direkam dengan iPhone 15 Pro.

Apple mengatakan pengguna akan dapat mengakses lebih dari 150 judul 3D melalui aplikasi Apple TV.

Integrasi tersebut dimungkinkan karena headset menjalankan visionOS, sistem operasi baru Apple yang menurut perusahaan dapat digunakan dengan sebagian besar aplikasi iPhone dan iPad tanpa memerlukan pekerjaan tambahan dari pengembang.

Lebih lanjut dikatakan bahwa sepanjang 2024 ini, Apple tetap akan memproduksinya secara terbatas kendati Vision Pro mungkin mendapat respon yang bagus di pasaran sekalipun. Dilaporkan perangkat tersebut hanya akan diproduksi kurang dari 400.000 unit secara total karena tingkat kerumitan dalam produksi perangkat itu sendiri.

Terlepas dari harganya yang mahal, apa yang ditawarkan oleh Apple Vision Pro ini memang berada di level yang berbeda ketimbang perangkat mixed reality lain yang ada saat ini. Vision Pro adalah definisi mimpi jadi kenyataan terkait dunia virtual seperti yang ada di film-film.

Apakah benar kemampuan Vision Pro benar seperti apa yang Apple pamerkan? Kita lihat saja saat peluncuran resminya nanti ya!

No More Posts Available.

No more pages to load.