Sebanyak 512 personel gabungan dari Polri, TNI, dan instansi terkait disiagakan untuk mengamankan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di wilayah Kabupaten Banyumas. Mereka akan bertugas dalam Operasi Lilin Candi 2025, yang berlangsung selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026.
Kapolresta Banyumas Kombes Pol Ari Wibowo menjelaskan, 512 personel pengamanan tersebut terdiri dari 194 personel Polri, 143 anggota TNI, serta 175 petugas dari instansi daerah, seperti Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kesehatan. Seluruh personel akan ditempatkan di sejumlah pos pengamanan dan pelayanan di wilayah Banyumas.
“Kami menyiagakan dua Pos Pengamanan (Pos Pam), delapan Pos Pam Gereja Prioritas, dua Pos Pelayanan (Pos Yan) di terminal dan stasiun, serta satu Pos Terpadu di Alun-alun Purwokerto. Total ada 129 objek pengamanan yang menjadi fokus kami,” kata Kombes Pol Ari Wibowo.
Selain fokus pada sterilisasi tempat ibadah dan keamanan gereja, petugas juga memperketat pengawasan di jalur wisata untuk mencegah kemacetan. Mengingat pelaksanaan operasi bertepatan dengan musim hujan, tim gabungan juga telah menyiapkan langkah mitigasi bencana alam melalui koordinasi lintas sektoral hingga tingkat desa.
“Forkopimcam, pemerintah desa, TNI dan Polri bersama-sama akan melakukan upaya pencegahan dan meningkatkan kesiapsiagaan,” tutur Kapolres.
Sebagai wujud toleransi, pengamanan ibadah Natal juga akan melibatkan organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan. Masyarakat yang akan bepergian dalam waktu lama juga diimbau untuk melapor kepada petugas setempat guna mengantisipasi kejahatan konvensional di pemukiman.
Seluruh petugas yang diterjunkan untuk pengamanan Nataru di Banyumas telah menyatakan kesiapannya melalui Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Lilin Candi 2025 di Halaman Mapolresta Banyumas pada Jumat (19/12/2025).
Sementara itu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menegaskan bahwa pengamanan Natal dan Tahun Baru tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor agar masyarakat dapat merayakan hari besar keagamaan dan pergantian tahun dengan aman dan nyaman.
“Pengamanan tahun ini menjadi krusial, mengingat berdasarkan hasil survei Kementerian Perhubungan RI, potensi pergerakan masyarakat secara nasional diprediksi mencapai 119,5 juta orang. Angka ini meningkat 2,71 persen dibandingkan tahun lalu,” tutur Sadewo.


