Banyumas Raya

JAKARTA, – Operator seluler Telkomsel menjadi yg pertama menghadirkan pengalaman 5G di Indonesia, melalui 5G Experience di kompleks Gelora Bung Karno, selama perhelatan Asian Games 2018.
Namun, pengalaman tersebut sifatnya masih demo atau uji mencoba saja. Lantas, kapan Telkomsel mulai menggelar layanan 5G secara komersil?
Ditanya hal tersebut, Direktur Utama Telkomsel, Ririek Adriansyah menyampaikan bahwa Telkomsel pada saatnya mulai menggelar layanan 5G komersil, namun masih menunggu pemerintah.
“Kalau komersil ya nunggu pemerintah membuka spektrumnya, karena buat menggelar 5G itu kan sesuatu operator butuh paling tak 100 MHz bagi spektrumnya, tergolong besar,” kata Ririek di kantor Telkomsel, Kamis (9/8/2018).
Di tingkat internasional standar koneksi 5G memang telah ditetapkan, namun menurut Ririek masih dibutuhkan perangkat bagi membangun ekosistem 5G.
“Untuk CPE indoor di rumah-rumah telah ada, namun buat handset yg seukuran ini (smartphone) belum,” kata Ririek.
Ia menyampaikan buat handset 5G (smartphone) diprediksi mulai akan tersedia banyak di pasar pada 2020 nanti. Sementara bagi CPE, ketika ini vendor-vendor masih menemui kendala dalam hal daya (power), karena CPE 5G butuh daya yg lebih besar dari 4G.
Tahun depan (2019), perangkat ini diharapkan telah banyak tersebar di pasar.
CPE atau customer premises equipment adalah perangkat telekomunikasi buat rumah atau perkantoran, bentuknya dapat set-top-box TV kabel/satelit, kabel DSL, router internet, dan sejenisnya.
Baca juga: 4 BTS 5G Telkomsel Sudah Berdiri di GBK
Dijumpai secara terpisah, Direktur Network Telkomsel, Bob Apriawan menambahkan bahwa bagi menggelar layanan 5G komersil, ekosistemnya harus bersiap lebih dulu.
“Kita lihat nanti 2020, tetapi harusnya 2021 atau 2022 kalian telah (komersil),” kata Bob di sela kegiatan 5G Experience di GBK, Jumat (10/8/2018).
Meski demikian, Telkomsel mengklaim sudah mendekati teknologi 5G dengan mengimplementasikan jaringan 4,9G memakai massive MIMO dan teknik CA (carrier agregation), di frekuensi 2.300 MHz yg didapat tahun lalu.
BTS-BTS berteknologi 4,9G ini telah disebar di venue-venue Asian Games dan lokasi non-venue lainnya, seperti titik kerumunan, mal, restoran, wisma atlet, dan lainnya.
Baca juga: Pengunjung Asian Games Bisa Jajal Teknologi 5G di GBK
Sumber: http://tekno.kompas.com
BanyumasRaya.com

