Banyumas Raya
Tangerang (ANTARA News) – Kementerian Perindustrian memprioritaskan macam kendaraan plug in hybrid electric vehicle (PHEV) buat diterapkan, demikian disampaikan Dirjen Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Harjanto.
“Kami maunya ke plug in hybrid dulu. Seperti yg didorong Pak Menteri. Karena dia (PHEV) dapat memakai listrik, dapat juga bahan bakar fosil,” kata Harjanto usai menghadiri Seminar bertajuk ‘Studi Pengembangan Electrified Vehicle di Indonesia” di Tangerang, Kamis.
Menurut Harjanto, mobil PHEV bersifat lebih fleksibel, sehingga bisa menyesuaikan dengan keadaan infrastruktur yg ada.
“Artinya, ada atau tak infrastruktur pendukung mobil PHEV, mobil itu tetap dapat jalan. Misalnya di parkiran ada colokannya, itu mampu digunakan. Tapi, kalau tak ada, ya dapat diisi bensin,” ujar Harjanto.
Pemerintah Indonesia ketika ini sedang berupaya buat mendorong pemanfaatan teknologi otomotif yg ramah lingkungan melalui program LCEV (Low Carbon Emission Vehicle).
Hal ini tak terlepas dari komitmen Pemerintah Indonesia bagi mampu menurunkan emisi gas rumah kaca (CO2) sebesar 29 persen pada tahun 2030 dan juga sekaligus menjaga energi sekuriti khususnya disektor transportasi darat.
Pemerintah mentargetkan bahwa pada 2025, 20 persen dari total produksi Kendaraan Baru di Indonesia telah berteknologi Electrified Vehicle atau mobil terelektrifikasi.
Baca juga: Mobil listrik BLITS mulai diujicoba touring Sabang-Merauke
Namun,Harjanto mengatakan bahwa masih banyak tantangan yg harus dicarikan solusinya dalam rangka memperkenalkan kendaraan ramah lingkungan ini.
Beberapa di antaranya terkait kenyamanan berkendara oleh para pengguna, infrastruktur pengisian energi listrik, rantai pasok dalam negeri, adopsi teknologi dan regulasi, dan juga termasuk dukungan kebijakan fiskal agar kendaraan electrified vehicle bisa dimanfaatkan oleh para masyarakat pengguna tanpa harus dibebani biaya tambahan yg tinggi.
Baca juga: Indonesia kembangkan mobil listrik, industri komponen tidak perlu khawatir
“Berbagai upaya terus-menerus pemerintah lakukan dalam mendorong pengembangan LCEV ini,” pungkasnya.
Baca juga: Soal mobil listrik, jangan samakan Indonesia dengan negara Eropa
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © 2018
Sumber: http://www.antaranews.com
BanyumasRaya.com

