Banyumas Raya

Jakarta – Penyakit Hepatitis menjadi salah sesuatu penyakit yg serius di Indonesia. Meski begitu, perhatian pada penyakit hepatitis ini masih kurang.
Menurut dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menukar Langsung Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, secara vertikal terdapat 95 persen penularan Ibu kepada anak buat virus hepatitis B.
“Satu dari 10 penduduk Indonesia mengidap hepatitis B,” papar Wiendra Waworuntu ketika ditemui di kantor Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Jakarta, Jumat,(27/07/2018).
Perlu diketahui setiap tahun terdapat 5,3 juta Ibu hamil, HBsAg reaktif pada Ibu hamil rata – rata 2,2 persen. Maka artinya, setiap tahun diperkirakan terdapat 120 ribu bayi mulai menderita hepatitis B dan 95 persen berpotensi mengalami hepatitis, kronis (sirosis atau kanker hati), 30 tahun ke depan seandainya diabaikan.
“Berapa biaya yg harus dikeluarkan? Jika 2 perkara sirosis membutuhkan biaya 1 M dan masalah kanker hati sekitar 5 M,” tambahnya.
Untuk mengatasi bayi yg baru lahir terhindari dari hepatitis, sebaiknya diberikan vaksin. Diberikannya vaksin pada anak pada waktu 0-24jam. Vaksin HB0 + HBIG seandainya ibu HBsAG reaktif.
“Kemudian boster sesuatu pada usia 2 bulan, kemudian boster kedua pada usia 3 bulan dan boster ke tiga pada 4 bulan,” ujarnya.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

