Banyumas Raya

Jakarta – Kelainan bibir dan lelangit sumbing ini mungkin tampak menakutkan dan menyebabkan beban pikiran orangtua.
Prof. dr. Chaula L. Sukasah, SpBP-RE (K), Kepala Divisi Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik RSCM-FKUI menjelaskan kelainan ini mampu diatasi dengan hasil yg baik bila ditatalaksana secara multi dan interdisiplin sejak dini, sesuai tahap pertumbuhan dan perkembangan, serta berkesinambungan.
“Kami mengajak orang tua pasien dan masyarakat buat bisa mengenali secara dini supaya penderita bibir dan lelangit sumbing dapat mendapat akses ke pelayanan yg efektif sejak awal buat mendapatkan hasil yg baik. Tidak cuma secara estetik namun juga secara fungsional, sehingga bisa menjadi anggota masyarakat yg produktif,” ujar Chaula di Jakarta, baru – baru ini.
Dengan adanya pelayanan terpadu di Cleft and Craniofacial Center di RSCM ini tentunya menjadi solusi untuk para orang tua yg memiliki anak dengan bibir dan lelangit sumbing.
“Sebagai rumah sakit umum pemerintah yg juga berfungsi sebagai rumah sakit pendidikan, kita senantiasa terpacu buat berinovasi menelurkan berbagai fasilitas medis yg dibutuhkan masyarakat. Kasus bibir dan lelangit sumbing pada anak yg cukup tinggi dan memprihatinkan ini yg mendasari RSCM melahirkan fasilitas unggulannya yg dikhususkan buat penderita kelainan bibir dan lelangit sumbing ini,” tambahnya.
Dengan kehadiran Cleft and Craniofacial Center ini bisa menjadi rujukan nasional dan sarana buat penyembuhan dan perawatan anak dengan bibir dan lelangit sumbing yg terlengkap dan terpadu akan dari pelayanan sejak dini, sesuai tahap pertumbuhan dan perkembangan, multi & inter disiplin dan berkesinambungan, sehingga bisa mengurangi jumlah penderita kelainan bibir dan lelangit sumbing yg ada ketika ini.
Selain itu, melihat prestasi dari Cleft and Craniofacial Center RSCM-FKUI ini, telah saatnya kita melakukan bakti social juga ke daerah-daerah yg membutuhkan alih ilmu dan teknologi dari tim ahli kalian di CCC RSCM-FKUI, yg juga sebagai bagian dari Tri Darma PerguruanTinggi.
“Kami berpesan kepada para wanita usia reproduktif pada umumnya dan ibu hamil khususnya, buat menurunkan risiko bayi yg dikandung menderita kelainan bibir dan lelangit sumbing, kiranya mampu lebih memperhatikan asupan gizi selama kehamilan, seperti mengkonsumsi makanan kaya folat, melakukan pola hidup sehat di masa kehamilan, menghindari konsumsi obat-obatan dan alcohol serta menghindari kebiasaan merokok,” katanya.(tka)
Sumber: http://gayahidup.inilah.com
BanyumasRaya.com

