Banyumas Raya

JAKARTA, – Kerjasama riset Kementerian Perindustrian, Toyota Indonesia dan enam Perguruan Tinggi Negeri ( PTN) telah resmi berjalan, Rabu (4/7/2018), di mana seremoninya diikuti dengan penyerahan 18 unit kendaraan buat bahan uji mencoba bermerek Toyota.
Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian menyebutkan, kalau riset kurang lebih mulai berlangsung selama tiga bulan. Ini jauh lebih singkat, seandainya dibandingkan dengan jangka waktu riset kendaraaan listrik di luar negeri, contohnya Jepang dan China.
“Jadi studi di Jepang itu beberapa tahun sementara di Indonesia cuma 3 bulan saja. Diharapkan nanti ketika bulan Agustus 2018 telah ada preliminary result (hasil awal) bagaimana pemanfaatan electric vehicle di Indonesia,” ujar Airlangga, Rabu (4/7/2018).
Efektifkah 3 Bulan?
Menanyakan kepada Agus Purwadi, Electrical Power Engineering Research Group Institut Teknologi Bandung (ITB) yg juga perwakilan peneliti dari enam PTN, terkait dengan jangka waktu riset yg melibatkan Toyota Indonesia dan Kemenperin ini, dirinya mengakui itu memang terbilang singkat.
Baca juga: Ini Bedanya Riset Kemenperin dengan Mitsubishi dan Toyota
Toyota memarkan Toyota Prius di GIIAS 2017Agus menyebutkan, di China riset dikerjakan 2-3 tahun, karena mereka ingin mendapat real big data. Karena mungkin di dalam negeri telah sangat mendesak, jadi waktu yg ditetapkan cuma berkisar tiga bulan.
“Terkait dengan efektif atau tidak, sebetulnya seandainya cuma mencari sample mungkin efektif tetapi kalau buat lebih detail perlu waktu lebih,” ujar Agus.
“Namun, proyeksi waktu yg ditetapkan ini juga mestinya cukup. Paling tak kalian dapat mendapatkan gambaran real, kira-kira penggunaannya cocok atau tak dengan iklim Indonesia, seandainya dibanding dengan Eropa maupun Jepang,” kata Agus.
Sekilas soal pengujiannya nanti, kendaraan listrik yg digunakan adalah macam Hybrid dan Plug-in Hybrid, yg mulai dikomparasikan dengan kendaraan konvensional (Internal Combustion Engine/ICE) berteknologi advanced engine.
Poin-poin penelitiannya sendiri akan dari user convenience study, technical characteristic study, overall environment study, industry, social impact study, sampai policy and regulation study. Diharapkan, bisa didapatkan perbandingan yg komprehensif antara kendaraan macam EV dan PHEV dengan macam ICE.
Sumber: http://otomotif.kompas.com
BanyumasRaya.com

