Banyumas Raya

Nama penyanyi Diana Chora mungkin masih asing di telinga pecinta musik Indonesia. Meski begitu, kualitas vokalnya tidak mampu dipandang sebelah mata. Tak tanggung-tanggung, Diana dilirik Nano Records, label yang berasal Kuala Lumpur, Malaysia, bagi rekaman di negeri Jiran.
- Lee Jeong Hoon terus bicara dan nyanyi bahasa Korea dengan anak
- Nafa Urbach akui dua pria mendekatinya
- Afgan, Young Lex hingga Armand Maulana meriahkan “XSpace By Brilio” minggu depan
Sebelumnya, penyanyi yg digadang-gadang sebagai penerus Nike Ardila tersebut sudah merilis dua single. Di bawah naungan FZPro Indonesia, lewat dua singlenya tersebut, Diana sukses menjadi penyanyi yg berbakat.
“Saya tak memilih label, tetapi lebel yg memilih saya. Alhamdulillah,” kata Diana ketika ditemui dua waktu lalu.
Wanano, selaku pimpinan Nano Records mengaku sejak lama mengincar Diana bagi masuk ke labelnya. Menurutnya, lagu dan suara Diana sangat cocok bagi pasar Asia, khususnya Malaysia.

“Sebetulnya visi Nano Records adalah mencari bakat bukan sekedar di Malaysia dan Indonesia, malah di Asia umumnya. Ketika Nano Records mencari bakat di Indonesia melalui teman-teman di sana, kita tertarik dengan penampilan Diana Chora karena lagunya agak kemelayuan, dan masuk dalam pasar musik Malaysia dan Asia. beliau mempunyai karakter tersendiri walaupun ramai yg menganggap beliau seperti almarhum Nike Ardilla. Tapi buat kalian sebetulnya beliau mempunya kelebihan karakter nyanyian yg tersendiri,” tuturnya.
Tak dapat dipungkiri, telah sejak lama penyanyi Indonesia milik pasar tersendiri di dua negara tetangga khususnya Malaysia. Melihat hal tersebut, Nano Records pun bakal selalu mencari bakat-bakat penyanyi di Indonesia.
“Kami dalam proses pemutusan bagi memilih dua artis Indonesia yg lagu-lagunya berpotensi memasuki pasaran Malaysia,” tandasnya.
(kpl/pur/tmd)
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

