Banyumas Raya

Seperti negara-negara Asia Tenggara lainnya, Indonesia dikenal sebagai negara dengan ladang persawahan yg sangat luas. Sebagian besar warga negaranya juga menjadikan nasi sebagai makanan dan sumber energi di kehidupan sehari-hari. Fakta bahwa negara ini yaitu salah sesuatu negara agraris terbesar di dunia membuat kami tak boleh melupakan profesi petani, yg telah sepantasnya mendapatkan dukungan penuh dari berbagai pihak.
- Sering diremehkan, catatan pengeluaran ternyata poin utama startup sukses
- Apple bantah terlibat praktik berbagi data dengan Facebook
- Jelang Lebaran, Gree kewalahan penuhi permintaan unit AC
- Instagram lagi bermasalah, ini yg harus user lakukan
- APJII lantik pengurus periode 2018-2021
- Menkominfo: Nantinya ruh BRTI tidak cuma telekomunikasi
Dengan semakin berkembangnya teknologi digital, bukan lagi hal yg tabu buat memanfaatkan kemajuan tersebut buat kesejahteraan petani, sekaligus menggenjot Indonesia supaya dapat mewujudkan swasembada pangan di negeri ini.
Berangkat dari inpirasi tersebut, terciptalah KerabaTani. Sebuah produk digital bikinan anak bangsa yg menghubungkan tiga komponen besar dalam sistem pertanian, merupakan petani, investor dan pembeli, dibungkus dalam sebuah aplikasi bernama KerabaTani.
Diciptakan Oleh Mahasiswa yg Peduli Nasib Petani
Siapa sangka, aplikasi sehebat KerabaTani ternyata lahir dari tangan-tangan mereka yg masih mahasiswa. Adalah Ari Gunawan, Austin Fascal Indra, Didin Hafidhuddin Karim, Moh. Rifaldi, Nur Fahmi Hariyanto, serta Shafira Anisa, yg berusaha buat mengembalikan Indonesia sebagai negara yg adidaya di sektor agraris.
Mereka bahu-membahu menciptakan dan mengembangkan aplikasi yg akan dibuat tahun 2017 ini. Salah sesuatu fokus yg didalami KerabaTani, menurut CEO, Ari Gunawan, adalah kurang terjaminnya hasil kualitas pangan dan ketidakjelasan rantai pasok yg menjamin masa depan para petani.
KerabaTani Bantu Atasi Kualitas Pangan
Dari problem tersebut, KerabaTani kemudian memberikan bantuan kepada para petani Indonesia agar mereka dapat meningkatkan dan menjaga kualitas pangan. Caranya adalah dengan pendampingan pengembangan bisnis dan peneliti profesional.
Selain itu, KerabaTani juga menolong menentukan kebutuhan lahan yg sesuai dengan keadaan atau iklim di sekitarnya. Mereka juga menolong mengatasi permasalahan kualitas pangan yg belum terjamin, sehingga para petani mendapat penghitungan besar modal yg terukur.
Internet of Things buat Pertanian Indonesia
Salah sesuatu nilai lebih dari KerabaTani adalah karena mereka mengandalkan teknologi internet. Contohnya adalah Ubiquitous Computing System, bagi menentukan apakah lahan dalam keadaan baik atau tidak, serta apa yg harus dikerjakan petani.
Dalam Ubiquitous Computing System terdapat tiga layer penting merupakan Physical Layer yg terdiri dari sensor, Middle Layer buat dari server komputer, dan Application Layer atau Clientle Devices yg yaitu output dari hasil pengolahan data monitoring yg mampu dimanfaatkan secara maksimal.
Untuk monitoring, digunakan sebuah alat mirip flashdisk dengan kemampuan melihat sensorik tanaman, intensitas cahaya, keadaan tanaman, dan lainnya. Hasil monitoring itu mulai terhubung segera dengan aplikasi yg digunakan oleh investor. Dari sini, investor dapat melihat secara real time dan tahu keadaan lahannya.
Ikut The NextDev, Bagaimana Kesannya?
Tim KerabaTani sempat merasa minder karena ada banyak peserta startup The NextDev 2018 Talent Scouting Semarang yg lebih senior daripada mereka. Namun dengan persiapan yg cukup, mereka dapat mengatakan berbagai keunggulan KerabaTani dengan baik kepada para juri. Selain itu, berbagai saran dan masukan dari juri juga menjadi pengalaman berharga bagi kemajuan KerabaTani.
Alhamdulillah kita ketemu juri yg luar biasa keren banget. Kami juga mendapat masukan dari startup yang lain karena kalian juga masih mencari pengembangan kedepannya, ujar Ari.
Ingin memberikan dukungan kepada startup ini? Kunjungi situs resminya di bit.ly/KerabaTani atau media sosial Instagram @kerabatani.id. Bila tertarik menjadi investor dan kerja sama, mampu kirimkan email ke alamat [email protected]. [aik]
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

