Banyumas Raya

Suntik vitamin C tengah menjadi hits sebagai salah sesuatu cara yg ditempuh wanita buat mendapatkan kulit cerah. Prosedur ini tentu saja mulai tidak mengurangi asupan vitamin C dalam tubuh.
- 13 Rekomendasi Matte lip cream warna nude bagi kulit gelap sampai sawo matang
- Tips perawatan kulit dari 6 selebriti cantik berkulit gelap
- Kulit gelap itu cantik, ini 7 cara bagi menonjolkan keindahannya
Selain kulit cerah, masuknya vitamin C mulai menyebabkan munculnya kondisi-kondisi medis yg menjadi kontraindikasi pemberian vitamin C.
Pelaksanaan prosedur oleh tenaga yg tak kompeten tentunya kadang membuat hal-hal seperti kontraindikasi medis menjadi luput dari perhatian. Kontraindikasi bagi injeksi vitamin C tersebut misalnya seperti anemia tertentu, kehamilan, dan ibu menyusui.
Pada ibu hamil misalnya, vitamin C dalam bentuk asam askorbat yg biasa digunakan dalam prosedur ini bisa menyebabkan gangguan konsentrasi darah di tali pusar. Kondisi ini tentunya mulai memengaruhi kesehatan ibu dan janin.
Pemberian vitamin C dosis tinggi melalui injeksi juga bisa memicu terbentuknya batu ginjal, sehingga menyebabkan kerusakan ginjal dan saluran kencing. Meskipun vitamin C tergolong non-toxic atau tak beracun, efek samping overdosis vitamin C juga mampu timbul seperti sakit kepala, mual muntah, dan kram perut. Pemberian vitamin C lebih dari 1 gram per hari juga bisa menyebabkan diare.
Suntik vitamin C tetap harus dikerjakan oleh tenaga medis profesional di layanan yg memadai dan atas dasar indikasi medis yg sesuai. Sehingga manfaat dan efek sampingnya bisa diperhitungkan dan dipertanggungjawabkan.
Oleh karenanya, berhati-hatilah menanggapi maraknya tawaran layanan suntik vitamin C atau vitamin lainnya yg ada di pasaran. Jika Anda ingin melakukannya, pastikan tiba ke layanan kesehatan buat mendapatkan prosedur yg sesuai dengan kebutuhan Anda.
Sumber: Liputan6.com [ita]
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

