Jakarta — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Indonesia tidak membutuhkan pinjaman dari International Monetary Fund (IMF), meskipun lembaga tersebut membuka opsi bantuan di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Keputusan tersebut disampaikan usai pertemuan dengan jajaran IMF dan sejumlah investor global di Amerika Serikat.
APBN Masih Kuat, SAL Tembus Rp 420 Triliun
Purbaya menyebut alasan utama penolakan utang IMF adalah kondisi fiskal Indonesia yang masih solid. Pemerintah saat ini memiliki Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp 420 triliun, yang dinilai cukup menjadi bantalan menghadapi gejolak global.
“Indonesia tidak membutuhkan karena anggaran kita cukup baik dan kita masih punya bantalan yang cukup besar,” ujar Purbaya.
Dengan cadangan tersebut, pemerintah yakin mampu menyerap tekanan dari luar tanpa harus menambah beban utang baru.
IMF Hanya Sediakan Dana, Bukan Solusi Krisis
Dalam pertemuan itu, Purbaya sempat menanyakan apakah IMF memiliki kebijakan khusus untuk meredam ketidakpastian global.
Namun, IMF menegaskan bahwa perannya terbatas pada:
- Menyediakan bantuan pendanaan bagi negara yang membutuhkan
- Tidak memiliki kewenangan untuk mengendalikan kondisi global
Hal ini memperkuat keputusan pemerintah untuk tidak mengambil fasilitas pinjaman tersebut.
Strategi Fiskal Diubah Sejak 2025
Purbaya juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah melakukan perubahan strategi kebijakan sejak akhir 2025.
Langkah tersebut berdampak pada:
- Percepatan pertumbuhan ekonomi
- Kemampuan menyerap tekanan harga minyak
- Stabilitas fiskal di tengah krisis global
“Ekonomi kita mengalami percepatan ketika ada shock dari ketidakpastian global,” jelasnya.
Dunia Masih Diliputi Ketidakpastian
Meski menolak utang IMF, pemerintah tetap mengakui kondisi global belum stabil. Konflik geopolitik, terutama di Timur Tengah, menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga energi dan meningkatkan risiko ekonomi.
Purbaya menegaskan bahwa:
- Ketidakpastian global masih akan berlangsung
- Pemerintah harus tetap waspada
- Kebijakan domestik harus adaptif
Bertemu Investor Global
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Purbaya juga bertemu dengan sejumlah institusi keuangan besar dunia seperti:
- HSBC Global Asset Management
- BlackRock
- Goldman Sachs Asset Management
- Fidelity
Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat kepercayaan investor terhadap ekonomi Indonesia.
Penolakan utang IMF menunjukkan kepercayaan diri pemerintah terhadap kondisi fiskal nasional.
Namun secara strategis, langkah ini juga mengandung pesan penting:
- Indonesia ingin mandiri dalam pembiayaan
- Menghindari ketergantungan pada lembaga global
- Mengoptimalkan kekuatan internal APBN
Di tengah tekanan global yang masih tinggi, keberhasilan kebijakan ini akan sangat bergantung pada konsistensi pengelolaan fiskal dan kemampuan menjaga stabilitas ekonomi ke depan.

