Tangerang – Inovasi baru di sektor ritel dan hiburan hadir dari PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk atau Alfamart. Perusahaan ini menggandeng Layar Digi untuk menghadirkan bioskop mini di dalam gerai, dengan harga tiket yang sangat terjangkau, mulai Rp15.000.
Lokasi percontohan pertama akan dibuka di gerai Alfamart Agricola, Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, dan dijadwalkan mulai beroperasi pada Maret 2026.
Konsep “Layar Tancap Digital” di Dalam Gerai
Bioskop mini ini mengusung konsep “layar tancap digital” yang ditempatkan di lantai atas gerai Alfamart. Kehadiran fasilitas ini memungkinkan masyarakat menikmati film tanpa harus pergi ke bioskop besar di pusat kota.
Meski berkapasitas lebih kecil dibanding bioskop konvensional, fasilitas ini diklaim tetap menghadirkan kualitas audio visual yang optimal serta pengalaman menonton yang nyaman.
Akses Hiburan Lebih Merata
CEO Layar Digi, Victor Timothy, mengatakan kolaborasi ini bertujuan membuka akses hiburan yang lebih luas bagi masyarakat.
“Hiburan tidak boleh eksklusif, melainkan harus bisa dinikmati masyarakat di manapun mereka berada,” ujarnya di Jakarta.
Sementara itu, Presiden Direktur Alfamart, Hans Prawira, menyebut inovasi ini akan mengubah fungsi gerai ritel menjadi ruang sosial baru.
“Gerai Alfamart kini bisa menjadi ruang kebersamaan yang inklusif untuk semua lapisan masyarakat,” kata Hans.
Target Ekspansi 50 Kota
Setelah peluncuran perdana di Gading Serpong, Layar Digi menargetkan ekspansi ke 50 kota strategis di Indonesia. Program ini diproyeksikan mampu menjangkau lebih dari 500.000 penonton secara langsung.
Tak hanya untuk pemutaran film, bioskop mini ini juga akan dimanfaatkan sebagai:
- Ruang apresiasi bagi sineas lokal
- Media promosi bagi pelaku UMKM
- Sarana edukasi interaktif untuk komunitas
Transformasi Ritel ke Experience-Based
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa industri ritel mulai bertransformasi ke arah experience-based retail, di mana toko tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga pusat aktivitas dan hiburan.
Dengan harga tiket yang terjangkau dan lokasi yang dekat dengan masyarakat, konsep ini berpotensi menjadi disrupsi baru di industri hiburan Indonesia, khususnya dalam menjangkau pasar non-perkotaan.

