The NextDev 2018: Talent Scouting Semarang – Nyanggar.id

oleh -483 Dilihat

Banyumas Raya

Ketika sebuah negara yg dianggap sangat menghargai nilai-nilai luhur ternyata justru memiliki persoalan bagi melestarikan budayanya, apa yg terjadi? Tak perlu jauh-jauh mencari alasan ke negeri tetangga. Di Indonesia sendiri banyak problem yg berkaitan dengan bagaimana para generasinya mampu selalu mewariskan kekayaan budaya kepada anak-cucu mereka. Salah satunya adalah semakin sulitnya para seniman tari tradisional bagi menemukan ladang pekerjaan mereka.

BERITA TERKAIT
  • Sering diremehkan, catatan pengeluaran ternyata poin utama startup sukses
  • Instagram lagi bermasalah, ini yg harus user lakukan
  • APJII lantik pengurus periode 2018-2021
  • Menkominfo: Nantinya ruh BRTI tidak cuma telekomunikasi
  • Kini, tidak perlu lagi pakai peta kertas ketika mudik
  • The NextDev 2018: Talent Scouting Semarang – Vetways

Tapi ada secercah harapan di balik semakin membuncahnya kekecewaan. Muncul sebuah ide bernama Nyanggar.id di tengah-tengah serunya kompetisi The NextDev 2018 Talent Scouting Semarang.

Didirikan oleh Minhajul Mubarok

Adalah seorang pemuda yg begitu cinta dengan teknologi dan kreativitas, Moh. Minhajul Mubarok. Lelaki kelahiran 6 April 1998 ini memang sangat tertarik dengan dunia komputer dan industri kreatif. Berangkat dari keluhan seorang teman dari jurusan Seni Tari, tentang kebingungannya dengan masa depan kalau telah lulus nanti, Minhajul Mubarok pun akhirnya memberanikan diri mendirikan Nyanggar.id.

Minhajul Mubarok dan teknologi seperti beberapa hal yg tidak terpisahkan. Sejak masih remaja, tepatnya ketika menuntut ilmu di SMKN 1 Rembang, dia telah tidak jarang mengikuti kompetisi-kompetisi di bidang pemrograman. Salah satunya adalah kompetisi Lomba Keterampilan Mahasiswa bidang lomba Web Design.

Kini Minhajul Mubarok aktif sebagai mahasiswa semester empat di Universitas Negeri Semarang, dengan mengambil jurusan Ilmu Komputer. Selain aktif mengikuti lomba-lomba, dia juga menjadi ketua dari Informatic Research and Creatif Technology (I-Secret).

Digital Marketing bagi Seni Tari

Dari kebingungan tersebut, Rizki Danang memiliki ide bagi memudahkan para pelaku seni tari di Indonesia agar dapat lebih gampang terhubung dengan konsumen. Begitu juga sebaliknya, masyarakat yg membutuhkan para seniman juga tidak lagi sulit buat mendapatkan jasa mereka, seperti les tari atau buat pertunjukan.

Demi Kesejahteraan Pekerja Seni Tari

Berangkat dari studi dan keluhan para penari tradisional yg kian tenggelam, sang founder, Moh. Minhajul Mubarok milik ide memanfaatkan teknologi digital marketing bagi menghubungkan antara konsumen dan para penari tradisional. Tujuannya agar kesejahteraan para penari di jaman sekarang semakin terjamin. Agar tak ada lagi kekhawatiran seperti sulit bisa pekerjaan dan lain-lainnya, sekaligus melestarikan kebudayaan Indonesia.

Masih Tahap Ide

Saat dipresentasikan di depan para juri The NextDev 2018 Talent Scouting Semarang, Nyanggar.id masih berupa konsep ide, atau idea stage, belum sampai pada tahap prototype stage seperti startup-startup lainnya. Tapi setidaknya ide Nyanggar.id memberikan sebuah harapan baru buat para seniman tradisional. Ke depan, Nyanggar.id berharap agar The NextDev menjadi wadah untuk startup-startup yg bisa menyelesaikan permasalahan-permasalahan di Indonesia.

Memiliki ide atau karya yg dapat membawa dampak sosial buat masyarakat? Jangan ragu buat mengikuti TheNextDev 2018. Masih ada waktu untuk para startup atau calon startup Indonesia buat submit ide dan karya karena program Talent Scouting masih mulai berlanjut di dua kota besar. Mulai dari Denpasar, di bulan Juni 2018. Disusul Batam (Juli), Samarinda (Agustus), Jogjakarta (September), dan Jakarta sebagai gelaran pamungkasnya, Oktober 2018 nanti.

Sambil submit karyamu, jangan lupa beri dukungan bagi Nyanggar.id dengan mengunjungi situs resminya. [aik]

Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

No More Posts Available.

No more pages to load.