Banyumas Raya

JAKARTA, – Langkah Telkomsel menguji mencoba jaringan internet 5G bagi umum, bukan cuma buat tujuan edukasi saja, namun juga diklaim mendukung program pemerintah, yakni Making Indonesia 4.0.
Hal itu disampaikan oleh Direktur Utama Telkomsel, Ririek Adriansyah saat dijumpai di kantor Telkomsel, Jumat (9/8/2018).
“Jadi ini juga bagian dari edukasi masyarakat dan berbagai stakeholder lain, termasuk mendukung program pemerintah Making Indonesia 4.0,” kata Ririek.
Making Indonesia 4.0 adalah roadmap berbagai pemangku kepentingan yg terintegrasi dalam memasuki era Industry 4.0. Guna mencapai sasaran tersebut, langkah kolaboratif ini melibatkan banyak pihak, termasuk operator seluler.
Bahkan menurut Ririek, ketika uji mencoba koneksi 5G pertama yg dikerjakan oleh Telkomsel pada 2017 lalu, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto sudah meminta agar koneksi 5G langsung digelar di kawasan industri.
Baca juga: Internet 5G Telkomsel-Huawei Diuji Coba di Indonesia
“Waktu demo kemarin (2017) ketemu Pak Airlangga dia pesan khusus di kawasan industri langsung digelar 5G,” kata Ririek.
Dijelaskan Ririek, permintaan Menperin Airlangga yg dimaksud adalah menggelar koneksi dengan latensi yg minim, karena Industry 4.0 membutuhkan teknologi koneksi nirkabel dengan latensi yg kecil.
Seperti dijelaskan, koneksi nirkabel 5G diklaim memiliki latensi di bawah 1 ms, dan Telkomsel sudah mendemonstrasikannya melalui berbagai use case di booth 5G Experience di Gelora Bung Karno (GBK) sepanjang Asian Games 2018.
“Nah, di kawasan industri mampu dipasang 5G karena butuh speed dengan latency kecil,”
Sebenarnya, selain 5G, Ririek menyampaikan bahwa ada teknologi yang lain yg sesuai buat mendukung Industry 4.0, yakni NB-IoT (Narrowband IoT).
“Tidak harus 5G, tetapi juga NB-IoT, power-nya lebih irit, low power consumption, itu dapat dipakai 1 juta device dalam 1 kilometer persegi,” pungkasnya.
Baca juga: Bus Tanpa Sopir Bakal Mondar-mandir di GBK selama Asian Games 2018
Sumber: http://tekno.kompas.com
BanyumasRaya.com

