Banyumas Raya

Intel mengumumkan bahwa Brian Krzanich sang CEO-nya mengundurkan diri. Dilaporkan Reuters dan CNNMoney, Jumat (22/6), pengunduran dirinya itu diumumkan setelah ditemukan bahwa Krzanich memiliki hubungan asmara dengan salah sesuatu pegawainya. Hal tersebut yaitu pelanggaran dalam kebijakan perusahaan.
- Jerman usir intel Vietnam berkedok atase pers diduga culik buronan
- Mata-mata jagoan era Uni Soviet tutup usia
- Catatan sepak terjang intel Korea Utara bikin dunia merinding
- Presiden Palestina Mahmud Abbas disebut sebagai mantan agen KGB
- Mata-mata Rusia dituding makin kurang ajar pada diplomat AS
- Kalah saing dengan ponsel pintar, Intel bakal pecat 12.000 karyawan
“Investigasi yg sedang berlangsung dikerjakan oleh penasihat internal dan eksternal. Mereka sudah mengkonfirmasi adanya pelanggaran kebijakan khusus di Intel. Kebijakan ini berlaku buat segala level manajer,” kata juru bicara Intel.
Sekadar diketahui, di perusahaan chipset ini memiliki kebijakan yg ketat terkait persoalan ini. Hal itu diungkapkan oleh salah seorang sumber yg paham betul dengan kebijakan tersebut. Kata sumber tersebut, seandainya ada karyawan yg melihat perilaku kerja yg tak pantas, mereka diminta buat melaporkan kepada pihak manajemen.
Selepas pengunduran diri Krzanich diterima Dewan Manajemen, posisinya itu digantikan oleh Robert Swan. Swan ini sebelumnya yaitu Chief Financial Officer Intel. Kemudian, mendapatkan restu buat menggantikan posisi Brian buat sementara.
“Kami yakin mulai kemampuan Bob Swan memimpin perusahaan selagi kita mencari CEO berikutnya,” kata Chairman Intel Andy Bryant.
Terlepas dari itu, seandainya menilik ke belakang jejak dari Krzanich ini, dia adalah mantan dewan manufaktur bentukan Presiden Trump yg ketika ini sudah dibubarkan. Pada Agustus tahun lalu, dia mengundurkan diri lantaran satu sebab. Pada Februari 2017, ia juga mengumumkan investasi USD 7 miliar bagi membangun pabrik baru di AS disaksikan pula oleh Presiden Trump. [faz]
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

