Banyumas Raya

Setelah munculnya skandal Cambridge Analytica, Facebook berkomitmen buat memberi batasan lebih pada aplikasi yg mendapatkan akses ke akun Anda.
- CEO Facebook: Kami membuat kesalahan besar
- Minta maaf, Mark Zuckerberg bersiap bersaksi di Kongres soal pencurian data Facebook
- 5 Fakta mengejutkan dari kebocoran data pengguna Facebook, termasuk rugi triliunan
Menurut laporan The Verge berdasar posting Facebook dari sang CEO Mark Zuckerberg, para developer aplikasi sejak awal mulai menerima lebih sedikit informasi, dan mereka mulai terputus akses dari akun Facebook saat mereka berhenti memakai aplikasi mereka. Bahkan bagi mengakses keterangan yg lebih, developer aplikasi haris mendapatkan persetujuan Facebook terlebih dahulu.
Berbagai keterangan yg mulai diterima developer antara yang lain nama, foto profil, serta alamat email. Informasi yg lebih mendetil seperti posting Facebook mereka, atau bahkan apa yg mereka like di Facebook, harus melalui izin Facebook bagi didapat.
Tidak seberapa jelas bagaimana proses ini mulai berjalan, dan tidak jelas apakah Facebook mulai menjalankan audit lebih jauh bagi mereka yg menginginkan data pengguna, atau sekedar izin biasa. Yang jelas, mulai ada kontrak yg jelas dari Facebook buat mendapat data pelanggan.
Salah sesuatu kebijakan baru yg cukup baik dari Facebook adalah soal dipotongnya akses ke aplikasi dari data akun, saat pengguna akun tak memakai aplikasi tersebut selama tiga bulan. Ini tentu bermanfaat seandainya dilihat dari segi pengguna, karena sejak masalah Cambridge Analytica ini, banyak pengguna yg baru menyadari bahwa mereka sudah memberi izin kepada ratusan aplikasi buat terhubung ke Facebook mereka tanpa tahu dampak kebocoran data.
Facebook sendiri sudah berkomitmen buat “menyelidiki segala aplikasi yg memiliki akses ke jumlah besar” akun pengguna di masa lalu, bagi memastikan tak ada yg disalahgunakan. Facebook mulai memberitahu pengguna seandainya data mereka terbukti disalahgunakan.
Untuk melakukan penyelidikan ini, Facebook mulai menyisir berbagai “aktivitas mencurigakan”, dan segera mulai melakukan audit penuh. Jika menolak audit, aplikasi tersebut mulai segera diblokir dari Facebook. [idc]
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

