Banyumas Raya

Peningkatan penggunaan smartphone ternyata secara tidak segera turut mempengaruhi adopsi layanan digital di Tanah Air. Untuk semakin mempercepat adopsi layanan digital, platform dompet digital DANA turut berkontribusi.
- 3 CEO startup beri tips hadapi jalan terjal memulai bisnis di Indonesia
- Mau buka puasa bersama di restoran favorit, reservasi saja lewat Chope
- Startup ini sebut mampu tunda penuaan manusia, benarkah?
DANA ingin menjadi dompet digital yg dapat mentransfer segala transaksi yg biasa dikerjakan menjadi digital. Oleh sebab itu, tidak cuma aman, DANA juga gampang digunakan, ujar CEO DANA Vincent Iswara ketika ditemui di kantor DANA di Jakarta.
Dikatakannya, buat menunjang rencana itu, pihaknya sudah mempersiapkan layanannya mampu bekerja dengan beragam transaksi. Tak cuma transaksi online, Vincent mengatakan, ke depannya layanan ini juga bisa digunakan buat transaksi di toko offline.
Lebih lanjut, ia menyampaikan DANA hadir sebagai platform yg terbuka sehingga mampu bekerja dengan banyak rekanan. Untuk ketika ini, layanan ini telah terintegrasi di BlackBerry Messenger (BBM), Bukalapak, Tix.id, dan aplikasi Ramayana.
Dengan sistem integrasi ini, kita ingin membuat pengalaman yg lebih seamless. Jadi, nanti sekalitop up buat dompet DANA, bisa digunakan buat transaksi di semua rekanan yg terhubung, ungkapnya.
Vincent juga menyebut tidak pernah menganggap pemain financial technology yang lain sebagai kompetitor. Ia merasa Indonesia masih berada dalam tahap awal, sehingga kesempatan bagi menggarap pasar di sini masih terbuka lebar.
“Kami mau seluruhnya menjadi digital. Jadi, kompetitor aku adalah dompet dan isi di dalamnya. Dengan kata lain, kalian ingin mengubah segala isi dompet ini menjadi digital, sehingga tidak perlu lagi membawa dompet ke depannya,” tuturnya.
Sumber: Liputan6.com
Reporter: Agustinus Mario Damar [ara]
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

