Banyumas Raya

Setiap orang pasti milik hobi masing-masing, seperti halnya Uya Kuya yg yaitu penggila sepatu. Presenter Rumah Kuya ini dikenal sebagai salah sesuatu kolektor sepatu yg sangat maniak. Ia bahkan rela menggelontorkan biaya besar dan juga terbang ke luar negeri guna mendapatkan sepatu yg Ia idamkan.
- Dion Wiyoko masih prioritaskan dunia akting, fotografi cuma buat refeshing
- Cita Citata, Zaskia Gotik dan Via Vallen idolakan pesepakbola ini
- 10 Selebriti seksi dengan bakat terpendam yg tidak disangka-sangka
Ada kalanya Uya merasa ingin ngerem kebiasaannya menghabiskan uang buat beli sepatu. Namun karena telah terlalu addict, maka keinginan berhentinya itu menemui cobaan yg sangat berat. Yang tidak jarang mengingatkannya buat stop beli sepatu adalah Cinta sang buah hati.
“Pernah beli ke Amerika, Eropa dan aku pernah nungguin sepatu hampir 8 bulan baru dapat. Saya bener-bener tongkrongin butiknya yg di Indonesia di sesuatu mall itu seminggu tiga kali aku datangi selalu itu Mall dan aku tanyain ke managernya. Akhirnya karena aku ngotot dan nanyain selalu jadi aku yg dihubungi pertama kali ketika sepatu itu datang,” kenang Uya saat ditemui di kawasan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Jumat (23/3).
“Saya pernah nyari sepatu ke Jepang, tetapi yg ada ukurannya malah bagi Cinta sama mamanya. Gue dari setahun ini pengen ngerem beli sepatu, cukup deh buang-buang duit. Tapi nggak bisa-bisa. Ada koleksi terbaru, selalu jadinya beli lagi. Mungkin kalau cewek hobi beli tas, kalau gua sepatu. Susah ngerem keinginan belinya, kayak udah addict,” sambungnya.

Sepatu memang yaitu sebuah identitas dari seseorang. Harganya pun mampu sangat mahal atau sebaliknya, tergantung dari merk dan juga berbagai jenis hal lainnya. Uya membeberkan kenapa harga sepatu mampu sangat mahal, bahkan mencapai angka 30 juta lebih.
“Aduh paling mahal berapa yah? Haha gini. Sepatu itu mahal karena hype apa nggak. Nah kadang-kadang ada sepatu yg harganya berkali-kali lipat itu karena dia nge-hype di influence sama dua orang. Kayak ada basic harga sepatunya itu hanya tiga sekian (juta) barunya. Tapi di pasaran dapat 30 juta koma sekian. Kenapa? Sepatu itu sangat limited. Jadi kalian beli di tokonya itu nggak bisa. Saat itu rilis di segala dunia. Itu cuma keluar berapa pasang. Yang dapetin nggak mampu sembarang orang. Itu mesti ngantri dulu. Ada orang ngantri tiga hari tiga malem ngetenda tetapi yg dapet cuma dua orang. Nah yg dapet itu sepatunya dijual lagi ke reseller. Kenapa mahal? Karena itu di influence oleh kolaborasi misal Adidas dengan Kanye West. Itu dapat jadi puluhan dan belasan juta,” jelas ayah 2 anak itu.
Tak jarang Uya mendapatkan kritik pedas karena hobinya tersebut. Namun seperti biasa, pria bernama asli Surya Utama itu tidak terlalu mempedulikan omongan para haters-nya.
“Banyak (kritik), katanya Uya udah umur segitu sok-sokan beli sepatu. Dan menurut gue biarin aja, kalau ada orang yg ngomong begitu berarti orang-orang itu sebenernya pengen beli sepatu kayak saya, tetapi dia nggak dapat beli dan dia beli yg KW. Kalau gue sih bodo amat mereka ngomong muka lo jelek aja beli sepatu kaya gitu. Ya justru muka gue pas-pas man gua pakai sepatu yg luar biasa,” pungkas pria berusia 42 tahun ini.
(kpl/abs/gtr)
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

