Banyumas Raya

Belakangan ini sosok Janeta Janet memang jarang kelihatan di layar kaca, tetapi bukan berarti hal tersebut tidak beralasan. Yap, sebabnya Jenita Janet tengah sibuk mengembangkan bisnisnya di bidang fashion. Ia juga mengungkapkan apa saja kesulitan yg harus ia atasi bagi mengembangkan bisnisnya.
- Pamer payudara di Pantai Maladewa, model bugil dicokok polisi
- Jadi juragan keripik, Raffi Ahmad berburu kentang ke petani Batu
- 5 Pasangan artis ini menuai rezeki lewat endorsement
- DPRD Tangerang dukung Satpol PP tutup paksa karaoke Syahrini
- Karaoke punya Syahrini disegel karena langgar empat perda
- Pemkot Tangerang tutup karaoke Syahrini karena tidak berizin
“Aku masih bingung buat cari reseller, marketing. Aku mesti baca keinginan masyarakat Indonesia dahulu mengenai fashion, tetapi saya dengan ciri khas saya sendiri, colorful dan dapat masuk ke mana-mana, dan harganya pun terjangkau. Soalnya saya sempat kesal juga kalau belanja di mall, sejuta hanya cukup dua, atasan sama bawahan. Cuma di aku, hanya dengan 400 ribu dapat bisa setelan, blazer, celana, sama daleman. Jadi saya benar-benar cari bahan yg bagus tetapi dengan harga yg mampu masuk ke seluruh kalangan,” ujar Jenita Janet, ketika ditemui di kawasan Jalan Kapten Tendean, Mampang, Jakarta Selatan, Jum’at (8/6).
Lebih jauh, artis yg juga dikenal lewat wig warna-warninya itu tak menepis kalau nama ‘Janet’ membawa pengaruh tersendiri buat bisnisnya. Namun terlepas dari itu semua, Jenita Janet mengaku kalau bisnisnya mendapat respon positif berkat kualitas bahan yg baik.

“(Nama bawa keuntungan pada bisnis) Iya, Janet Fashion, makanya saya bilang, ya semoga fashionnya disukai. (Yang beli) Alhamdulillah pada puas, hanya mungkin di harga saja, orang-orang belum terbiasa harga 300 ribu karena biasa beli yg 150 ribu. Tapi saat mereka melihat barangnya, wow, bagus, sesuai,” lanjut Jenita Janet.
Hanya saja Jenita Janet mengungkapkan kalau keputusannya buat menekuni bisnis bukan semata-mata karena penghasilan yg ia raih dari dunia showbiz dirasa kurang. Menurutnya, penghasilan yg ia bisa dari dunia infotainment lah yg menjadi modal buat membangun bisnis dan menjadi cara bagi memutar uang.
“(Bisnis untuk putar uang) Iya, banget, karena saya harus belajar untung-ruginya. Buat karyawan, bagi promosi, jangan sampai capek enggak ada hasil. (Pendapatan dari infotainment nggak cukup) Oh jangan gitu. Menjanjikan sekali, karena modalnya dari dunia entertainment. jadi memang uangnya saya ambil dari dunia keartisan, dari off air selalu saya kembangin ke bisnis. Harus (diputar uangnya). Jangankan di entertainment, pekerja saja yg di kantoran saja kalau uangnya enggak di invest atau ditabung, aduh habis uangnya. harus pintar cari kesempatan, peluang,” pungkasnya.
(kpl/aal/ntn)
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

