Banyumas Raya

Rumah produksi Falcon Pictures memegang hak adaptasi novel BUMI MANUSIA karya Pramoedya Ananta Toer. Uniknya ketika pertama kali berhubungan dengan penulis dan keluarganya, yg diajukan buat adaptasi justru bukan novel yg sempat dilarang beredar ini.
- Dinamika Bumi Manusia dari novel ke film; dari Oliver Stone, Garin, hingga Hanung
- Perankan Annelies di ‘BUMI MANUSIA’ Mawar De Jongh Diminta Kuruskan Badan
- Sekolah di luar negeri bikin Iqbaal relate dengan tokoh Minke ‘BUMI MANUSIA’
“Awalnya kita ingin memfilmkan novel Pak Pram yg judulnya GADIS PANTAI. Tapi setelah bertemu, Ibu Astuti selaku anak malah menawarkan, ‘apakah Bumi Manusia tertarik?’ jawabannya jelas tertarik,” tutur Frederica selaku produser ditemui di Desa Wisata Gamplong, Yogyakarta, Kamis (24/5/2018).

Proses pembelian hak adaptasi ini berjalan sederhana dan tanpa persoalan berarti. Justru tantangan tiba begitu novel yg menjadi bagian pertama dari Tetralogi Buru tersebut harus berpindah ke bentuk audio visual.
“Jadi penuh syukur dan anugerah mendapat lisensi novel BUMI MANUSIA ini. Prosesnya kita dapatkan secara simpel tetapi penuh makna dan ada tanggung jawab harus kalian emban. Ibaratnya sekarang Falcon Pictures ada di titik nol dalam memproduksi film ini,” sambung wanita yg akrab disapa Erica ini.
Astuti Ananta Toer selaku anak Pramoedya mengaku menyerahkan seluruh pada Falcon Pictures dan Hanung Bramantyo dalam hal adaptasi. Ia cuma berpesan agar filmnya nanti dibuat dengan sepenuh hati mengingat bagaimana proses sang ayah dalam menuliskannya.

“Saya bersyukur BUMI MANUSIA akhirnya mampu difilmkan karena ini suatu pengakuan bagi Pram sendiri, karena Pram telah bergelut mendapatkan hak warga negara dengan cucuran darah,” tuntas Astuti.
Seperti diketahui, draft awal BUMI MANUSIA ditulis ketika Pramoedya menjadi tahanan politik tanpa proses pengadilan walau pada ketika itu ia sebetulnya dilarang menulis. Laris manis di pasaran dan menarik minat penerbit asing buat menterjemahkan, novel ini sempat dilarang beredar dikarenakan tudingan mempropagandakan ajaran Marxisme-Leninisme dan Komunisme.
(kpl/abs/ntn)
Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

