Banyumas Raya
– Belakangan beredar kabar bahwa Xiaomi mulai menutup layanan ” Unlock Bootloader” yg memungkinkan pengguna melakukan modifikasi ponsel secara mandiri.
Rumor tersebut sempat membuat heboh para Mi Fans penggemar Xiaomi karena itu berarti mereka tidak bakal dapat lagi mengutak-atik ponsel lewat bootloader, misalnya melakukan rooting atau memasang custom ROM.
Xiaomi pun tergerak memberikan klarifikasi. Perusahaan pimpinan Lei Jun ini menyampaikan bahwa kabar penutupan layanan Unlock Bootloader besutannya tak benar alias cuma hoaks belaka.
“Kami menyediakan layanan Unlock Booloader dan inilah tutorianya. Jangan yakin berita palsu,” kicau akun Twitter @ miuirom dalam sebuah tweet, disertai tautan menuju panduan terkait.
We are providing Unlock Bootloader service and here’s the unlocking tutorial: https://t.co/OJwO72LUJp Don’t believe in fake news. pic.twitter.com/ISmPeOdLB7
— MIUI (@miuirom) November 22, 2018
Jika diklik, tautan itu mulai mengantarkan pengguna ke sesuatu thread di forum Mi yg menjelaskan cara membuka bootloader serta melakukan modifikasi ponsel Xiaomi.
Bootloader ini sejatinya adalah sebuah program di ponsel yg mulai berjalan bagi melakukan loading sistem operasi ketika ponsel dinyalakan. Bootloader biasanya dikunci oleh pabrikan sehingga ponsel cuma mampu menjalankan OS resmi saja.
Baca juga: “Flash Sale” Cuma Jual 10 Ponsel, Xiaomi Minta Maaf
Pihak Xiaomi sendiri selama ini mendukung para pemilik ponsel bikinannya agar lebih leluasa bagi melakukan modifikasi ponsel secara mandiri dengan membuka kunci bootloader.
Xiaomi mengizinkan para penggunanya buat mengajukan pembukaan bootloader terlebih dulu lewat layanan Unlock Bootloader di situs berikut agar nantinya tidak digunakan bagi hal negatif.
Kendati demikian, perizinan pembukaan bootloader ini tidak instan. Pengguna harus mengirimkan pesan pengajuan lewat situs Xiaomi tersebut di atas dan harus menunggu selama 72 jam, sebagaimana dihimpun Tekno dari Gizmochina, Minggu (25/11/2018).
Sumber: http://tekno.kompas.com
BanyumasRaya.com

